oleh

Tim Monitoring Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel Apresiasi P2L Parepare

Editor :Niar-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL- Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan meninjau progres pelaksanaan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Parepare.

Kepala Seksi Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Abdul Khalid yang memimpin peninjauan itu memuji progres capaian Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Ketahanan Pangan Parepare.

Menurutnya, P2L Parepare yang bertujuan meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar ini patut diacungkan jempol.

“Hari ini kami tinjau untuk membuktikan kondisi di lapangan, dan kami menilai sudah cukup bagus. Sisa pelaporan dalam bentuk aplikasi kami tunggu,” puji Abdul Khalid saat ditemui di lokasi P2L di Jalan Minrulangnge, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Jumat, (30/4/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parepare, Ir Muhammad Nur MSi yang mendampingi Tim Monitoring itu menguraikan, program P2L mendorong penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga, serta sebagai sarana dalam mengedukasi masyarakat dalam mengonsumsi pangan sehat dan bergizi.

“Program ini merupakan perpanjangan tangan dari Provinsi sekaligus perpanjangan tangan Bapak Wali Kota Parepare dalam hal kepedulian pemerintah kota kepada masyarakat di masa pandemi seperti saat ini,” ujar Muhammad Nur.

“P2L mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menambah pendapatan keluarga dan juga pangan yang dihasilkan dengan nilai kesehatan yang tinggi,” lanjut Muhammad Nur.

Di tempat yang sama, sejumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari bentukan Dinas Ketahanan Pangan Parepare menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program yang dinilai sebagai lapangan kerja bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Tadinya kami hanya ibu rumah tangga biasa yang tidak ada rutinitas, hanya di rumah saja. Alhamdulillah dengan P2L ini kami diedukasi memanfaatkan pekarangan rumah, diberi bibit, dan diedukasi mengola bibit pangan sehingga ada pemasukan serta bisa mengonsumsi sayuran sehat,” tutur Sarinah, Ketua KWT Lestari yang beranggotakan 30 orang ibu rumah tangga ini.

Ia menyebutkan, sejumlah bibit pangan yang diolah di P2L seperti, cabai, tomat, timun, paria, sawi, kacang panjang, kangkung, bayam, terong, dan jenis sayuran lainnya.

Selain KWT Lestari, juga terdapat P2L di Kecamatan Ujung yang dikelola oleh KWT Mawar Melati. (*)