oleh

Hari Buruh, BPJamsostek Beri Paket Sembako ke Serikat Pekerja

Editor :Armansyah , Penulis : Ami-Berita, Ekonomi & Bisnis, Keuangan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Wilayah Sulawesi-Maluku menyerahkan 520 paket sembako kepada sembilan serikat/federasi buruh dan pekerja di Sulawesi Selatan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Jumat (30/4) malam.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Arief Budiarto, mengatakan penyerahan paket sembako ini dalam rangka meringankan beban pekerja di masa pandemi Covid-19 dan meningkatkan engagement dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh .

“Eksistensi SP dan SB akan sangat mendukung penyampaian informasi dan edukasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada pekerja. Paket sembako ini merupakan salah satu bentuk dukungan BPJamsostek dalam meningkatkan engagement dan kerjasama dengan stakeholder pekerja melalui SP dan SB,” ucap Arief Budiarto, Sabtu (1/5).

Kegiatan penyerahan secara simbolis yang dilaksanakan ini tetap mengacu pada aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yaitu dengan meminimalisir jumlah peserta yang hadir dan menjaga jarak aman antar tamu undangan yang hadir.

Arief menambah, BPJamsostek hadir sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan untuk memberi perlindungan dasar bagi para pekerja, serta berperan meminimalisir terjadinya risiko sosial ekonomi kepada para pekerja dan keluarganya terutama di masa pandemi Covid-19.

Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi bantuan yang diberikan BPJamsostek kepada serikat buruh. “Ada beberapa bantuan diberikan, tentu masih terbatas karena masalahnya tidak terlepas dengan kondisi (Pandemi Covid) kita kan, sehingga perlu gotong royong lah sama-sama kita nanti,” ucap Sudirman–sapaan akrabnya.

Kata Sudirman selain agenda penyerahan bantuan simbolis, ada beberapa hal yang didiskusikan dengan BPJS Ketenagakerjaan dan serikat buruh. Misalnya, rencana kerjasama dengan Pemprov Sulsel untuk jaminan kesehatan bagi tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pertemuan tadi ada pembicaraan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sebenarnya justru mereka menyasar di Pemprov dan beberapa ketenagakerjaan untuk tenaga non ASN juga,” jelasnya.

Untuk saat ini, kata Andi Sudiriman, jaminan tenaga kerja bagi ASN masih menggunakan Taspen. Tapi di tahun 2029 nanti, dilakukan penyeragaman dengan penggunaan Jaminan Tenaga Kerja menggunakan BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan ini bagus ya karena bisa mencakup juga JHT (Jaminan Hari Tua),” ungkapnya.

Sementara diskusi dengan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh yakni pembahasan terkait peningkatan skill pekerja atau buruh melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), untuk peningkatan kualitas SDM dari para buruh dan pekerja.

“Kita juga bicara dengan teman-teman terkait bagaimana peningkatan skill sudah ada teman-teman Serikat Pekerja Serikat Buruh dan lainnya sudah pernah di BLK, termasuk untuk peningkatan skill, bahasa, teknologi IT, komputerisasi,” ucapnya.

“Itu bagus, justru itu positif. Kita saling mengisi, saling berbagi informasi tentang apa kebutuhan teman-teman dari Serikat Buruh dan Serikat Pekerja, dan apa yang bisa Pemprov kerjasamakan dengan mereka,” lanjutnya.

Diketahui, sembilan Serikat Pekerja tersebut, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Konfederasi Serikat Nusantara (KSN), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kahutindo, Gabungan Serikat Buruh Nasional (GSBN), Gabungan Serikat Buruh Mandiri Indonesia (GSBMI), dan Federasi Perjuangan Buruh Nasional Konfederasi Serikat Nasional (FPBN KSN). (*)