oleh

Puncak GEN Ramadhan FK UMI Dirangkaikan Nuzulul Quran

Editor :Armansyah , Penulis : Suryadi-Berita, Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Malam puncak Gerakan Energi (GEN) Ramadhan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berlangsung, Rabu (28/4) kemarin, yang dirangkaikan dengan berbuka puasa dengan tetap mengacu Prokes ketat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan acara peringatan Nuzulul Quran ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Prof Salim Basalamah yang membawakan sambutan mewakili Rektor UMI.

Kegiatan ini telah berlangsung beberapa rangkaian acara selama bulan Ramadhan mulai dari Tausiah di 10 Ramadhan hingga pembagian sembako dan tajil di sejumlah tempat, khususnya di panti asuhan.

Ketua Panitia kegiatan, Agung menjelaskan, kegiatan yang puncak peringatan dilakukan dengan Nuzulul Qur’an dan buka puasa ini juga digelar lomba seperti film pendek hingga praklinik..

Sementara, Dekan FK UMI Prof Syarifuddin Wahid mengaku, mendukung kegiatan yang produktif dalam berkreasi salah satunya dengan GEN Ramadhan seperti ini.

“Ini inovasi berupa kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen mendesain acara yg luar biasa ini secara daring dan luring. Ia menekankan kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan dikembangkan,” kata Guru Besar FK UMI ini.

Dalam kesempatan ini pula, ia meminta doa para hadirin agar cita-cita FK UMI membuka spesialis dapat terealisasi dalam waktu cepat.

“Dimohon doanya bersama dimudahkan dan dilancarkan untuk menentukan kemajuan fak kedokteran,” tuturnya.

Pembawa hikmah Nuzulul Qur’an, Prof Dr H Andi Husni Tanra, Ph.D ., sp. An, KIC-KMN membahas Autofagi pembersihan tubuh dengan puasa. Ia menjelaskan begitu besar manfaat berpuasa.

“Autofagi penting untuk diketahui karena dengan mengetahui kita akan bergairah berpuasa. Semua agama menyuruh berpuasa tapi Islam memliki kelebihan dengan perintah berpuasa. Ternyata dibalik itu ada hikmah yang luar biasa perlu diketahui,” jelasnya.

Penelitian tentang autofagi yang menghasilkan Nobel untuk Yoshinori Ohsumi tahun 2016 menunjukkan bahwa ketika kita lapar karena berpuasa selama 8-16 jam maka tubuh akan menghasilkan protein khusus autophagoom di seluruh sel tubuh yang akan menyapu bersih semua sampah dalam plasma sel. Menyapu bersih dirinya sendiri.

“Dengan berpuasa maka seluruh tubuh kita yang jumlahnya 30T akan membersihkan dirinya sendiri’ tegas Prof Husni.

Lanjut dikatakan Puasa selama sebulan membuat Andrea winter ahli gizi dari UAS, masuk Islam setelah meneliti manfaat puasa selama Ramadhan dan menemukan bahwa sepuluh hari pertama puasa dapat memperbaharui 10 persen sel- sel tubuh (fase Rahmat).

Sepuluh hari kedua puasa dapat memperbaharui 66 persen sel- sel tubuh (fase maghfirah), sepuluh hari ketiga puasa dapat memperbaharui 100 persen sel-sel tubuh (fase bebas api neraka). “Berpuasa selama sebulan di bulan ramadhan membentuk kekebalan tubuh meningkat 10x lipat,” ujar Prof Husni. (*)