oleh

Hadapi Pemilu 2024, Parpol Berdayakan Sayap Partai

Editor :Armansyah-Berita, Pemilu, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Partai Politik (Parpol) mulai bersiap menghadapi Pemilu serentak 2024 mendatang. Salah satunya dengan merekrut sebanyak mungkin kader dan menempatkan mereka di organisasi sayap partai.

Sekretaris DPW PKS Sulsel, Rustang Ukkas mengatakan, PKS memiliki sejumlah sayap partai yang didorong menjadi garda terdepan mengenalkan partai ke masyarakat. Diantaranya Rumah Keluarga Indonesia, Rumah Lontara, dan Garda Garuda Keadilan.

“Jadi sayap partai ini punya segmen masing-masing. Misalnya Rumah Keluarga Indonesia itu ibu rumah tangga dan perempuan di dalamnya. Mereka buat program yang bisa mendekatkan diri ke masyarakat,” kata Rustang.

Pihaknya juga menegaskan akan terus membuat program yang sesuai kebutuhan masyarakat melalui sayap partai.

“Peran sayap partai jelas kita andalkan. Mereka yang bergaul dan langsung bersentuhan dengan konstituen di lapangan. Kita juga harapkan melalui mereka akan banyak yang mau gabung ke PKS,” paparnya.

Sementara di Partai Golkar, ada sejumlah sayap partai. Diantaranya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).

Ketua AMPG Sulsel, Rahman Pina menegaskan, secara umum AMPG merupakan tempat kaderisasi awal bagi pemuda Golkar.

“Jadi di AMPG kita ada kaderisasi juga,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Pemuda DPD I Golkar Sulsel ini juga menampik bahwa sayap partai identik dengan petugas keamanan, tetapi memang AMPG diharapkan bisa juga turut serta mengamankan dan mengawal kebijakan partai.

“AMPG tampil terdepan dalam memastikan kebijakan partai berjalan dan para anak muda di dalamnya,” jelasnya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Naharuddin menilai, peran sayap partai sebenarnya sangat bagus untuk menjadi jembatan partai mendekati masyarakat dan membangun citra.

Hanya saja kata dia, jika sekadar nama dan tidak bekerja, maka kehadiran sayap partai juga seperti tidak ada artinya.

“Kalau sayap partai tidak turun kenalkan program dan ideologi partai, tidak membaur ke masyarakat, ya tidak ada artinya juga,” paparnya.

Pihaknya menilai, ada kesan sayap partai yang selama ini menonjol sebagai petugas keamanan partai. Menjadi semacam event organizer bagi partai.

“Jangan kesannya sayap partai itu algojo. Saya lihat justru lebih dikenal sebagai petugas keamanan. Justru mereka ini harus punya fungsi lebih dari itu,” tuturnya. (**)