oleh

Soal Pendamping Andi Sudirman, Parpol Pengusung Tunggu Vonis NA

Editor :Armansyah-Berita, HL, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Penetapan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) menjadi gubernur definitif tinggal menunggu waktu. Kini, sejumlah nama dikaitkan bakal mengisi posisi wakil gubernur (Wagub) mendampingi ASS disisa masa jabatannya.

Hanya saja, tiga partai pengusung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) pada Pilkada 2018 lalu sepakat untuk menunggu putusan resmi pengadilan terkait kasus dugaan suap perizinan proyek infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA).

Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy P Goni mengatakan, partainya sangat menghormati proses hukum, sehingga penentuan wakil gubernur bilamana proses hukum terhadap Nurdin Abdullah telah berkekuatan hukum tetap.

“Kami koalisi partai pengusung sepakat menghormati proses hukum. Karena hukum adalah panglima. Kami mendahulukan kepentingan rakyat diatas kepentingan apapun,” jelas anggota DPRD Sulsel tiga periode itu.

Ia juga mempersilahkan partai pengusung yaitu, PDIP, PKS dan PAN untuk berembuk. “Masing-masing partai berharap ada keterpaduan dan akselerasi mengawal pemerintahan di Sulsel. Melalui jalur partai kita menegaskan perjuangan untuk rakyat, tertawa dan menangis bersama rakyat,” jelas RPG.

Terkait pertemuan PDIP dan PKS belum lama ini, RPG mengaku ada beberapa hal yang dibahas. Pertama adalah silahturahmi untuk membangun Sulsel jaya. “Apalagi PDIP dan PKS adalah partai pengusung di Pilgub Sulsel 2018 lalu,” jelasnya.

Ketua PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) menegaskan sikapnya tidak bersedia menjadi wakil gubernur. “Saya pribadi izin tidak ikut wacana wagub. Kan kita yang usung, masa kita jadi wakilnya,” kata ARW.

Untuk posisi tersebut (Wagub), dia persilakan kadernya bersama koalisi partai lainnya yakni PKS dan PAN berembuk, mengantisipasi bilamana proses hukum terhadap Nurdin Abdullah telah berkekuatan hukum tetap.

“Silahkan berembuk, siapapun yang jadi itu milik kita,” bebernya.

Sekretaris MPW PKS Sulsel, Sri Rahmi mengatakan, hingga kini PKS bersama partai koalisi masih menunggu putusan resmi pengadilan. Oleh sebab itu, kata dia, meski ada partai yang telah menyiapkan nama untuk posisi wakil, maka masih dipertimbangkan.

“Kami partai koalisi Pilgub dahulukan komunikasi. Jika pak Gubernur nonaktif tidak bersalah, dia kembali. Tapi kalau takdirnya lain, tentu persiapakan figur,” singkat ketua fraksi PKS DPRD Sulsel itu.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mengaku jika partai pengusung belum menyepakati nama cawagub pendamping ASS karena masih menunggu putusan pengadilan.

“Saya pikir itu urusan internal partai. Tapi jika PAN ditanya soal sikap posisi Wagub, kami berpandangan, mari bersabar menunggu proses hukum terhadap Pak Nurdin Abdullah, hingga putusan inkrah,” jelas Ashabul Kahfi.

Ashabul Kahfi juga menanggapi santai pertemuan PDIP dan PKS. “Tentu kami sangat menghormati setiap upaya untuk mengokohkan silaturahmi antar parpol,” kata Ashabul Kahfi.

Berdasarkan isu yang berkembang, PDIP telah mempersiapkan tiga kadernya untuk mendampingi ASS, yakni Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulsel, Andi Ansyari Mangkona, Rudi Pieter Goni (anggota DPRD Sulsel Fraksi PDIP) dan Ikbal Arifin (Aktivis 98 dan Ketua OKK DPD PDIP Sulsel).

Adapun PKS dikabarkan menyiapkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif, Anggota DPRD provinsi Sulsel, Sri Rahmi dan Ariady Arsal.

Selain 3 nama yang disebutkan tadi. Nama Ketua DPW PKS Sulsel, Muh. Amri Arsyid juga mencuat mengisi kekosongan kursi tersebut. Apalagi dia sudah bertemu dengan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu.

Sementara itu, PAN Sulsel sudah mempersiapkan dua nama, yakni Ketua DPW PAN Sulsel yang juga menjabat Anggota DPR RI, Ashabul Kahfi dan Anggota DPRD Sulsel Fraksi PAN Muhammad Irfan AB juga digadang-gadang mengisi posisi Wakil Gubernur penggantian antar waktu hingga masa bakti 2023. (*)