oleh

Sabri Cs Resmi Jadi Tersangka

Editor :Armansyah-Berita, Hukum, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar resmi menetapkan Asisten 1 Pemkot Makassar, Sabri, sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya Sabri, polisi juga menetapkan tiga oknum ASN Pemkot Makassar lainnya sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Masing-masing Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Muhammad Yarman (46), Kepala Bidang Arsip Dinas Kearsipan Irwan Miladji (49), dan mantan Camat Wajo Syarifuddin (44).

Penetapan pejabat dan ASN Pemkot Makassar itu setelah hasil uji laboratorium forensik Polrestabes Makassar memperlihatkan hasil tes urine Asisten 1 Pemkot Makassar Sabri Cs positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada Yudha mengatakan, penetapan status hukum mereka setelah pihaknya melakukan gelar perkara, Rabu (28/4/2021) kemarin.

Kata Indra, gelar perkara dilakukan, setelah sehari sebelumnya hasil labfor pengujian barang bukti sabu yang diamankan, serta urine ke empat oknum pejabat ini keluar.

“Hasil uji labfor urine keempatnya positif metamfetamin. Barang bukti juga dipastikan adalah sabu. Sekarang perkaranya dinaikkan ke tahap penyidikan dan sudah ditetapkan tersangka,” kata Indra.

Sabri cs, lanjut Indra, saat ini belum diberikan kesempatan untuk mengajukan permintaan rehabilitasi. Kata Indra, keputusan rehabilitasi kepada para tersangka ada di tangan Badan Narkotika Nasional, melalui petugas asesmen.

“Bisa saja (rehabilitasi), itu kan hak mereka untuk bermohon. Tapi kembali yang menentukan bisa tidaknya direhabilitasi ya BNN melalui asesmen,” demikian Indra.

Menerima kabar ini, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto memastikan akan memberhentikan ASN bersangkutan dari jabatannya saat ini. “Akan kami berhentikan dari jabatannya, kalau untuk statusnya sebagai ASN itu baru bisa kalau sudah putus di pengadilan,” ujarnya.

Danny menegaskan, hal ini menjadi pemicu untuk segera melakukan resetting di Pemerintah Kota Makassar. “Nanti kita tunjuk Plt, setelah itu baru kita lakukan resetting, paling lambat bulan Juni sudah rampung semua. Mulai dari tenaga honor, lurah, sampai eselon II,” terangnya.

Namun, Danny tidak bisa memastikan apakah akan dilakukan pemecatan apabila kasus mereka sudah inkrah di pengadilan.

“Kalau pemberhentian dari ASN juga belum tahu, kalau dia rehab, kan lain lagi. Kalau direhab itu dia jadi korban. Kalau dia korban, tidak seperti kalau dia pengedar,” tutupnya.

Sebelumnya, Sabri bersama tiga rekannya terciduk bakal menggelar pesta sabu di Bulan Ramadan. Keempatnya ditangkap pada tempat yang berbeda.

Terdapat dua lokasi penangkapan yang dilakukan pada Jumat malam (23/4/2021) lalu. Yakni di sekitaran Jalan A.P. Pettarani 3 dan di Jalan Prof Basalamah (eks Racing Center), Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Di Pettarani 3 itu yang tertangkap Syafruddin dan ditemukan dua saset sabu di saku depannya. Proses interogasi dan pengembangan pun dilakukan saat itu juga. Masih di sekitaran Jalan A.P Pettarani 3.

Polisi langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Yarman dan Irwan. Dua sekawan ini ditangkap berdasarkan interogasi dari Syafruddin yang tak berkutik di depan polisi.

Pengembangan masih terus dilakukan hingga di Jalan Prof Basalamah. Di sebuah rumah di sana, lelaki Sabri yang merupakan asisten 1 di Pemkot Makassar akhirnya ditangkap tanpa perlawanan. (*)