oleh

Nasib Penjual Pulau Lantigiang Kini Ditangan Jaksa

Editor :Armansyah , Penulis : Sugihartono-Berita, Hukum, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kasus penjualan Pulau Lantigiang, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah berpindah tangan. Kali ini ditangani oleh pihak Kejaksaan.

Penjualan pulau tak berpenghuni ini telah dilimpahkan ke kejaksaan agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap Kepala Desa Jinato, Abdullah dan penjual pulau bernama Kasman yang telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Penyidikan telah merampungkan berkas perkara atas nama tersangka bernama Kasman. Adapun untuk Kades bernama Abdullah, Asdianti sebagai pembeli pulau saat ini masih berlangsung,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E. Zulpan, Kamis (29/4).

“Artinya saudara Abdullah sudah dikirimkan ke kejaksaan. Jadi tinggal menunggu hasil pemeriksaan Jaksa,” ujar Kombes E Zulpan, melalui channel YouTubenya.

Diketahui, pulau tak berpenghuni yang masuk kawasan Takabonerate ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten Selayar. Pulau berpasir putih itu dijual oleh Kasman kepada Asdianti seharga Rp900 juta, dengan persetujuan Abdullah sebagai aparat desa.

Asdianti disebut sebagai warga Selayar dan berlatar belakang pengusaha. Sementara suaminya merupakan warga asing berkebangsaan Jerman.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Hambali Thalib menilai, praktek jual beli aset negara jelas telah melanggar perundang-undangan. Sehingga pelaku, baik penjual maupun pembeli harus diproses hukum.

“Pulau itu aset negara, tidak ada kepemilikan pribadi atau swasta sehingga siapapun yang memperjual belikan dianggap telah melanggar hukum,” kata Prof Hambali.

Apalagi penjual sudah menerima panjar Rp10 juta sebagai tanda jadi beli. Menurut Hambali, hal itu sudah jadi bukti awal. Siapa penjual dan pembelinya paling tidak harus ditetapkan tersangka. (*)