oleh

Jelang Hari Buru, KSPSI Sulsel Gelar Dialog Bahas Nasib Pekerja

Editor :Armansyah-Berita, Ekonomi & Bisnis-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulsel menggelar dialog di Kedai Kopi Tenda Mera, Jalan Gunung Latimojong, Makassar, Rabu, (28/4) kemarin.

Agenda itu dalam rangka menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang. Kegiatan ini membahas mengenai nasib para pekerja khususnya di Sulsel.

KSPSI mengundang unsur terkait yakni, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sul-Sel, BPJS Ketenagakerjaan Makassar, dan Apindo Sul-Sel. Guna mendiskusikan nasib pekerja khususnya di Provinsi Sul-Sel saat masa pandemi dan pasca ditetapkannya UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Ajamsos Disnakertrans Sulsel, Akhryanto mengungkapkan Hari buruh adalah hari membangun bersama. Momentum ini meningkatkan semangat kerja dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan.

“Sisi kebaikan dari UU cipta kerja saat ini yaitu pengusaha ketika tidak membayar upah diatas UMP dan pesangon itu termasuk pidana,” ujarnya.

Ketua Apindo Sulsel, La Tunreng,
mengatakan lahirnya peringatan may day agar hal-hal yang belum tercapai kini bisa tercapai dengan jalan melakukan diskusi antar pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Peringatan Hari Buruh dibutuhkan rumusan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat normatif bagi pekerja agar bisa ditemukan solusi bersama dgn melakukan musyawarah antar pekerja, pengusaha, dan pemerintah. (*)