oleh

Dishub Imbau Penggunaan Jalan Tidak Beri Upah ke Pak Ogah

Editor :Armansyah , Penulis : Ami-Berita, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Asiz meminta agar pengguna jalan tidak memberi upah atau uang kepada pak ogah. Masyarakat harus sadar, kehadiran pak ogah justru mengganggu lalu lintas khususnya di u-turn.

Kata Asiz, mereka merasa nyaman dengan aksinya karena cuma dengan membantu kendaraan menyeberang atau berbelok, sudah bisa kantongi uang.

Bahkan dalam sehari, seorang Pak Ogah bisa mengantongi Rp100 ribu, maka sebulan pendapatan yang diperoleh rata-rata Rp3 juta.

“Coba kalau para pengguna jalan tidak memberi mereka uang. Pasti lambat laun, kehadirannya di jalan-jalan akan hilang sendiri, ” ucap Azis, Kamis (29/4).

Kata Azis bilang, Dinas Sosial juga seharusnya turun tangan, melakukan pendampingan atau menampung pak ogah untuk diedukasi.

Pak ogah juga acap kali melakukan tindakan represif, pada Selasa (27/4) lalu kendaran milik salah satu pegawai Dinas Perhubungan dilempari batu.

Kejadian itu terjadi saat petugas Dishub melakukan patroli dan penertiban di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan.

Akibatnya, kaca mobil sebelah kiri di bagian tengah rusak. Beruntung tak korban dari aksi represif pak ogah tersebut.

Pihaknya sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Biringkanya, namun Dishub akan kembali melapor ke Polrestabes Makassar, jika tidak ada perkembangan sama sekali.

“Jadi peristiwa ini juga kami laporkan ke Polrestabes Makassar, ” jelasnya.

Azis mengatakan, pihaknya berharap kasus ini menjadi perhatian khusus aparat penegak hukum (APH) karena jika tidak dikawal dengan baik, dikhawatirkan para Pak Ogah bisa melakukan aksi kekerasan kembali.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muh Arafah berharap APH bisa mengusut tuntas kasus ini. Diapun meminta petugas yang turun di lapangan bisa lebih waspada setelah adanya peristiwa ini. Pihaknya berjanji akan bertindak lebih tegas lagi dalam menghadapi Pak Ogah.

“Tim terpadu akan lebih tegas lagi dalam melakukan penertiban,” tegasnya. (*)