oleh

Tak Cukup Bukti, Polda Sulsel Resmi Hentikan Laporan Pidana Guru Besar UMI

Editor :Armansyah-Berita, Hukum, Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ditreskrimum Polda Sulsel resmi menghentikan laporan pidana Guru Besar UMI Prof Natsir Hamzah terhadap terlapor Prof Sufirman Rahman, 6 April 2021. Materi laporannya terkait pemalsuan surat yang digunakan terlapor.

Prof Sufirman yang merupakan Kordinator Tim Hukum Rektor UMI, menjelaskan, laporan terhadap dirinya berdasarkan nomor LPB/372/XI/2020 pada 6 November 2020 lalu. Kemudian, polisi mengeluarkan surat perintah penyelidikan 1807/XI/1.9/2020 pada 13 November 2020.

Selanjutnya, penyidik Polda Sulsel melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa sepuluh orang saksi. Termasuk dokumen yang dijadikan bukti oleh pelapor Prof Natsir.

Terungkap, dokumen itu ternyata berasal dari Pasca Sarjana yang dicuri oleh Prof Syamsuddin Pasamai dan Hamza Baharuddin. Polda kemudian lakukan gelar perkara. Hasilnya, mengeluarkan kesimpulan dan rekomendasi.

“Intinya, laporan Prof Natsir Hamzah ke saya tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena tidak cukup bukti dan resmi dihentikan,” ucap Prof Sufirman, Rabu (28/4).

Dijelaskan Prof Sufirman, penghentian laporan ini berdasarkan pertimbangan tidak terpenuhi unsur pasal 263 KUHP yang disangkakan ke terlapor. Itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“Ternyata, dari kesimpulan gelar perkara. Bukti tidak terbantahkan bahwa pelapot benar-benar melakukan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media sosial,” bebernya.

Atas dasar itu, sambung Prof Sufirman, laporan tersebut naik status ke tahap penyidikan ditandai dengan terbitnya surat pemberitahuan dimulai penyidikan (SPDP) Kejati Sulsel dengan tersangka Prof Natsir Hamzah.

“Berdasarkan fakta itu, Polda Sulsel meneruskan berkas perkara Prof Natsir Hamzah ke Kejati Sulsel,” ungkapnya. (*)