oleh

Pembangunan Twin Tower Resmi Dihentikan Sementara

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman resmi menghentikan pekerjaan menara kembar alias twin tower yang berlokasi di Centre Poin of Indonesia, Metro Tanjung Bunga.

Pembangunannya yang melanggar regulasi menjadi alasan Andi Sudirman menghentikan proyek prestisius Nurdin Abdullah.

Sudirman mengatakan, twin tower sedang disuspend karena banyak persoalan. Pihaknya pun meminta Inspektorat untuk mengkaji legal standingnya sebelum pengerjaannya terlanjur jauh.

“Kan lagi suspend (penghentian sementara), kami lagi kaji legal standingnya, inspektorat sedang bekerja untuk legal standingnya dulu supaya kita dudukkan dalam persoalan-persoalan bagaimana twin tower ini,” sebutnya di Kantor Gubernur, Senin (26/4).

Terpisah, Plt Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latif juga mengakui, ada banyak masalah dalam proses pembangunan twin tower ini, apalagi Gubernur sebelumnya (Nurdin Abdullah) hanya memberi perintah secara lisan tanpa disertai bukti fisik atau dokumen persyaratan.

“Meskipun sudah ada prinsip pak gubernur (NA) Setuju waktu itu, tetapi kan itu mesti ada proses administrasi dan itu belum selesai sudah dijalankan,” protes Sulkaf.

Mulai dari tata ruang, ijin membangun, hingga penyerahan lahan semua tidak ada yang terpenuhi. Tak salah kata Sulkaf, jika Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berteriak menolak kehadiran twin tower.

“Sudah lama Plt menghentikan, karena memang ada suratnya Perseroda pada Plt, beliau butuh pertimbangan dia tanya kita. Pertimbangannya begitu, ini penyerahan belum soal lahan 8 hektare, izin juga belim, masih banyaklah syarat yang belum dipenuhi, saya tidak hapal jelas,” ujar Sulkaf.

Solusinya kata Sulkaf, Perseroda harus menyelesaikan semua bengkalai persyaratan yang belum dipenuhi. Kemungkinan dilanjut atau tidak, bukan wewenangnya, menunggu kebijakan dari Plt Gubernur.

“Investor urusannya investor dengan perseroda, kenapa dia percaya mestinya dia membangun tanya dulu Perseroda, ini kan orang bekerja tidak melihat buktinya. Ini perijinan tanggungjawab Perseroda, dulu peletakan batu pertama belum Danny, jadi anak buahnya (Rudy Djamaludin) takut bilang ke bosnya (NA),” tutup Sulkaf. (*)