oleh

Dilantik, Bupati Torut Siap-siap Mutasi Pejabat

Editor :Armansyah , Penulis : Ami-Berita, Daerah, Toraja-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Bupati terpilih Toraja Utara (Torut) Yohanis Bassang dan wakilnya Frederik V Palimbong  akhirnya dilantik menjadi bupati dan wakil bupati. Keduanya dilantik oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Ruang Pola Kantor Gubernur, Senin (26/4) kemarin.

Pasca dilantik, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh pasangan ini. Bersih-bersih kabinet segera dilakukan dalam rangka penegakan disiplin pegawai, sekaligus mencari jalan untuk mensejahterakan pegawai.

“Tentu yang akan menjadi skala prioritas adalah pembenahan birokrasi sendiri dalam rangka penegakan disiplin pegawai itu sendiri. Yang akan kita juga barengi dengan bagaimana memikirkan tingkat kesejahteraan mereka,” ucap Yohanis Bassang, Rabu (28/4).

Dari segi infrastruktur, kegiatan yang menyentuh pelayanan dan kenyamanan masyarakat akan menjadi prioritas. Misalnya, kebersihan dalam kota, ketertiban lalu lintas, pembangunan alun-alun kota Rantepao, dan pembebasan lahan jembatan malango.

Penataan pasar bolu dan terminal bolu juga dinilai penting. Diperlukan pembangunan jalan alternatif dari universitas Kristen Toraja. Karena itu adalah salah satu akses alternatif ketika ada masalah, dan menjadi akses mahasiswa masuk ke kampus.

“Iya kita mulai tahun ini. Kita star tahun ini yang akan kita bawa dalam perubahan anggaran. Mudah-mudahan aja beberapa poin yang terdapat dalam anggaran perubahan kita tahun 2021,” sebutnya.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Pemkab Torut harus melakukan akselerasi untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Jadi kita butuh kekompakan sedikit antara provinsi dan kota, kita akan menyasar pemilihan ekonomi termasuk juga masalah penanganan covid karena kita masih dalam suasana pandemi,” ujarnya.

Andi Sudirman juga menyampaikan prioritas program kerja Pemerintah Provinsi yang perlu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, khususnya dalam bidang infrastruktur. Apalagi Pemprov Sulsel mendorong pemerataan pembangunan, salah satunya dengan pembangunan di wilayah terisolir.

“Kebetulan di Toraja Utara ini ada pembangunan daerah-daerah terisolir dan pembangunan akses jalan lainnya yang masih berproses. Jalan Bua (Luwu) -Rantepao (Torut) masih berproses,” ungkapnya.

Tidak kalah penting kata Sudirman, koordinasi yang intens antara bupati terpilih dengan Pemprov Sulsel agar informasi bisa cepat diakses dalam perencanaan yang lebih baik. (*)