oleh

Polda Sulsel Tangkap Pelaku Penipuan Terbitkan Sertifikat Pakai Surat Kuasa Palsu

Editor :Armansyah , Penulis : Suryadi-Berita, Hukum, Kriminal-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Polda Sulsel menangkap pelaku penipuan dengan modus menerbitkan sertifikat pakai surat kuasa palsu atas nama Anton Kumuh, Selasa (27/4).

Diketahui, seorang investor asal Korea selatan Shin Yong Ju yang dikenal sebagai Direktur utama PT Seven Energy Indonesia mengaku telah ditipu oleh  Anton Kamuh, orang kepercayaannya saat membebaskan lahan atau tanah seluas 7,4 hektar.

Lahan tanah tersebut terletak di Desa Tamalate, kecamatan Galesong Utara serta lahan yang ada di Desa Sampulungan Kecamatan Galesong Utara.

Hal ini berawal saat Shin Yong membebaskan lahan pada Januari 2008 namun Anton Kamuh membuat akte jual beli pada 2012 disaat Shin Yong berangkat ke Korea Selatan

Pelaku atau Anton Kamuh lalu mengurus akta jual beli (AJB) dengan menggunakan surat  kuasa palsu. Dalam AJB itu , Anton Kamuh mencantumkan namanya dengan tulisan ‘dirinya bertindak untuk dan atas nama’ Presiden Direktur PT Seven Energy Indonesia

Selanjutnya tulisan bertindak dan atas nama dicoret diduga berdasarkan kesepakatan dengan camat Galesong Utara, H Hamzah M Ap dan pejabat BPN Takalar Nuzuliyah.

Tak hanya itu, AJB itu lalu digunakan untuk mengurus dan menerbitkan sertifikat atas namanya. Setelah sertifikat terbit dengan atas namanya maka selanjutnya Anton Kamuh lalu menjual lahan seluas kurang lebih  5 hektar dari 7,4 hektar kepada pihak lain masing -masing untuk Ciendrapuri Gandatama dan (alm) Gaffar Patappe.

Untuk Gaffar Patappe, lahan yang dibeli seluas kurang lebih 2 hektar, sedangkan Ciendrapuri kurang lebih 3 hektar. Kini Anton sebagai pelaku telah ditangkap oleh aparat dari Polda Sulsel pada Sabtu di jalan Baji Pa’mai Kota Makassar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Turman Sormin Siregar mengakui jika harapan Mr Shin untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap kasus 2014 lalu baru sekarang ada titik terang.

“Nanti setelah kapolda dan dirkrimum yang dikawal langsung oleh Kasubdit Ahmad Mariyadi beserta penyidiknya sehingga kasus ini menjadi p21 yang kemudian karena tersangka tidak kooperatif sehingga terbit surat DPO, Alhamdulillah pada hari sabtu sekitar pukul 15.00 tepatnya dijalan baji pamai tersangka ditangkap,” ujar Turman. (*)