oleh

Sabri Cs, Imunnya Kuat Imannya Lemah

Editor :Armansyah-Berita, HL, Hukum-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Sabri kebablasan. Ia bersama tiga rekannya terciduk bakal menggelar pesta sabu di Bulan Ramadan.

Baca JugaBreaking News: Polisi Tangkap Pejabat Eselon II Pemkot Makassar, Kasus Narkoba

Tiga rekan Sabri juga merupakan oknum pejabat dari Pemkot Makassar, yakni MY sebagai Kepala BPM, MI sebagai Kepala Arsip, dan S sebagai mantan salah satu camat di Makassar. Keempatnya ditangkap pada tempat yang berbeda.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto mengatakan, terdapat dua lokasi penangkapan yang dilakukan pada Jumat malam (23/4/2021). Yakni di sekitaran Jalan A.P. Pettarani 3 dan di Jalan Prof Basalamah (eks Racing Center), Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

“Di Pettarani 3 itu yang tertangkap Syafruddin dan ditemukan dua saset sabu di saku depannya. Proses interogasi dan pengembangan pun dilakukan saat itu juga,” katanya, Minggu (25/4/2021).

Masih di sekitaran Jalan A.P Pettarani 3. Polisi langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Yarman dan Irwan. Dua sekawan ini ditangkap berdasarkan interogasi dari Syafruddin yang tak berkutik di depan polisi.

Pengembangan masih terus dilakukan hingga di Jalan Prof Basalamah. Di sebuah rumah di sana, lelaki Sabri yang merupakan asisten 1 di Pemkot Makassar akhirnya ditangkap tanpa perlawanan.
Empat sekawan ini resmi ditahan di jeruji besi Polrestabes Makassar.

Rangkaian pemeriksaan seperti tes urine telah dilakukan untuk memastikan pejabat itu terlibat kasus narkoba.

“Untuk hasil tes urine, masih kita menunggu hasil uji labfor sekitar enam hari,” kata AKBP Yudi Frianto.

Namun sampai saat ini, hasil tes urine tersebut belum disampaikan. Masih ada beberapa rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik terhadap empat orang tersebut.

Berdasarkan hasil interogasi, kata Yudi, Sabri sendiri mengaku sudah setahun menggunakan Narkoba. “Bukti keterangan, dia (Sabri) sudah menggunakan sabu sejak 1 tahun belakangan,” katanya.

Meski demikian, kata Yudi, polisi belum menetapkan empat orang itu sebagai tersangka karena sedang menunggu hasil tes labfor. “Belum tersangka, kita masih butuh bukti hasil labfor. Termasuk kandungan sabu serta hasil tes urine mereka,” jelasnya.

Ketua DPD Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulsel, Jamil Misbach mengatakan, apa yang terjadi ini adalah preseden buruk bagi pemerintah Kota Makassar. Apalagi yang terlibat ini adalah pejabat yang mengemban amanah sebagai Asisten 1 membidangi pemerintahan yang juga merupakan seorang birokrat senior.
Diamankan beserta tiga orang pejabat penting lainnya di Pemkot Makassar.

“Biarkanlah hukum yang bicara, yang pasti semua sama dihadapan hukum,” katanya Minggu (25/4/2021).

Kata Ketua DPC Peradi Makassar itu, pihaknya berharap aparat kepolisian bekerja sacara profesional dengan betul-betul mewakili keinginan UU dan aturan yang ada sebagai komitmen untuk menjadikan hukum sebagai panglima di negara tercinta ini.

“Sebagaimana prinsip hukum yang sering didengungkan fiat justitia ruat coellum. Sekalipun langit runtuh, keadilan harus tetap ditegakkan. Yang artinya kalau orang yang diduga melakukan tindak pidana cukup kuat bukti untuk ditersangkakan. Ya tersangkakanlah. Yang penting tidak ada yang kebal hukum di negara ini. Aparat jangan ragu,” tegas Jamil. (*)