oleh

Warga Tallo dan Ujung Tanah Keluhkan Air Bersih Hingga Pembelajaran Online ke Andi Astiah

Editor :Armansyah-Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Astiah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) turun tangan mengatasi persoalan air bersih di Kecamatan Tallo. Pasalnya, masalah itu jadi paling dikeluhan masyarakat.

Hal itu dia sampaikan saat menggelar Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2020-2021 di Jalan Sultan Abdullah, Kelurahan Buloa, Tallo, Sabtu (24/4).

“Reses di Buloa itu, warga mengeluhkan air bersih. Makanya, kita minta Pemkot bisa turun tangan atasi soal ini,” ujar Andi Astiah.

Kata legislator fraksi PKS itu, menilai, permasalahan air bersih masih menjadi keluhan setiap dilakukan reses. Sehingga, pihaknya akan koordinasi di DPRD dan Pemkot Makassar selaim menjadi catatan untuk dilaporkan saat Paripurna mendatang.

“Kita sekarang punya Sistem Informasi Pemerintab Daerah (SIPD). Melalui jni, semua aspirasi diinput dan menjadi prioritas program ditahun berikutnya,” katanya.

Selain itu, kata Andi Astiah, warga meminta untuk dibangunkan poskamling. Tujuannya, untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lingkungan yang rawan terjadi pencurian atau tindak kejahatan lainnya.

“Jadi, itu tempat mereka berkumpul untuk menjaga daerah sekitar,” tukasnya.

Andi Astiah juga mendapatkan keluhan dari warga Ujung Tanah yang mengaharapkan sekolah tatap muka kembali di buka.

“Warga disini banyak mengeluhkan soal pembelajaran online. Mereka meminta agar sekolah tatap muka bisa dibuka kembali oleh pemerintah,” ujarnya.

Menurut Astiah, sapaan akrabnya, keluhan masyarakat lebih kepada beban selama mendampingi anak belajar dirumah. Terlebih, kualitas pembelajaran di rumah sangat minim.

Astiah berharap, pandemi covid di Kota Makassar segera melandai bahkan menghilang. Sehingga, semua aktivitas kembali normal termasuk proses pembelajaran kembali di sekolah.

“Kita minta ke Pemkot Makassar kalau pandemi sudah benar-benar terkendali, agar tatap muka di sekolah bisa dibuka kembali,” ungkapnya.