oleh

Sudah 36 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

Editor :Armansyah-Berita, Hukum, Kriminal-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Polda Sulawesi Selatan menangkap tiga orang terduga teroris di Kota Makassar. Total terduga teroris yang telah ditangkap tim Densus 88 berjumlah 36 orang.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, tiga terduga teroris yang baru ditangkap diduga terkait dengan kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Tiga orang berjenis kelamin laki-laki tersebut ditangkap oleh Densus 88 di sekitaran wilayah Kota Makassar.

“Tiga tangkapan baru yakni tiga laki-laki di Makassar dan mereka merupakan kelompok yang sama (JAD) dan tergabung dalam kelompok Villa Mutiara,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan, Kamis (22/4/2021).

Ketiga lelaki itu diduga kuat punya erat kaitan dengan aksi bom bunuh di di Gereja Katedral, yang dilakukan oleh sepasang suami istri bernama Lukman dan YSF.

Sayangnya, Zulpan belum bisa menjelaskan terkait peran dari ketiga orang yang baru saja ditangkap tersebut. Saat ini, penyidik Densus 88 masih memeriksa tiga terduga teroris tersebut.

“Mereka juga terkait dengan bom bunuh diri di Katedral. Peran mereka dalam bom itu masih kita dalami dan biarkan penyidik Densus 88 mendalami,” tambahnya.

Sebelumnya, seorang pegawai BUMN berinisial N di Makassar, Sulsel diamankan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror Polri. Ia ditangkap setelah diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri itu. N ditangkap di kawasan Maros.

Hingga saat ini, sudah ada 36 terduga teroris yang berhasil ditangkap oleh Densus 88 di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ada yang di Kabupaten Bone, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan di Kota Makassar.

Khusus yang di Kota Makassar, tepatnya di Jalan Mannuruki, Kecamatan Biringkanaya, satu terduga teroris berinisial MT ditembak mati oleh Densus 88 pada Kamis, (15/4/2021).

“Dia ditembak mati karena berusaha melawan petugas dengan cara menyerang pakai dua bilah parang, di tangan kanan dan kiri,” tandas Zulpan.

Lebih lanjut, kata Zulpan, Densus 88 terus memburu jaringan JAD yang disebut berperan penting dalam perencanaan aksi bom bunuh diri pasangan suami istri, L dan YSF, di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret lalu.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Zulpan, penahanan seluruh terduga teroris yang ditangkap akan diperpanjang seiring dengan proses penyelidikan lanjutan. (*)