oleh

Bayar Utang Dulu, Stadion Kemudian

Editor :Armansyah-Berita, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dibawah kendali Andi Sudirman Sulaiman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur memprioritaskan pembayaran utang Pemprov Sulsel ketimbang pembangunan proyek. Termasuk kelanjutan pembangunan Stadion Mattoanging.

Andi Sudirman mengatakan, untuk menentukan kegiatan yang akan dikerjakan perlu dirasionalkan. Misalnya rasionalitasnya membangun sesuai kemampuan. Dengan kondisi keuangan saat ini kata Andi Sudirman difokuskan untuk membayar bengkalai utang.

Ia tidak mungkin mengajukan pinjaman lagi ke pihak ketiga, mengingat masih ada utang sebelumnya yang bersumber dari PT SMI yang belum terealisasi dan terbayarkan.

“Kondisi sekarang berapa utang yang sudah dibayar terus mau ambil uang dari mana, mau pinjam lagi? Siapa yg bertanggung jawab membayar. Ingat kita masih ada Rp1,3 triliun yang harus dilunasi,” jelasnya.

Hanya saja, Andi Sudirman menegaskan tidak akan menelantarkan Stadion Mattoanging yang sudah terlanjur roboh. Pihaknya akan melanjutkan pembangunan stadion tersebut, karena itu warga diminta bersabar.

Pihaknya telah menginstruksi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sedang melakukan kajian teknis soal penganggaran sarana olahraga tersebut.

Ada dua opsi yang ditawarkan kata Andi Sudiriman, ialah pembangunan stadion sesuai desain awal, dan opsi membangun dengan kapasitas yang sama seperti sebelumnya. Namun dalam pengambilan keputusan untuk nasib stadion tersebut harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Pemprov Sulsel.

“Kalau lanjut mah kita lanjutkan aja, masa diterlantarkan begitu, cuman kan kondisi pembangunannya pasti ada tahapan sesuai dengan kemampuan keuangan,” tegas Andi Sudriman Sulaiman.

Untuk melanjutkan pembangunan ini kata Sudirman harus dipenuhi dengan kehati-hatian. Jika stadion ini dilanjutkan otomatis harus mengedepankan asas pemanfaatannya, ia tidak mau asal membangun dengan akhir yang tragis. Misalnya, dilakukan pembongkaran namun tidak ada kejelasan pembangunan.

“Kalau saya bangun, saya tidak mau ada kondisinya ditinggalkan dan tidak jadi, kalau sekali bangun yah harus bisa berfungsi. Misalnya tahap 1 berfungsi pakai dulu, tahap kedua ada uang bangun lagi tapi tidak mengubah dan menghancurkan yang lama,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olaahraga Sulsel, Andi Arwin Azis mengatakan, desain ulang Stadion Mattoanging dapat dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Kami sebatas menyampaikan usulan, segala sesuatunya diputuskan oleh pimpinan. Kami siap untuk menyesuaikan yang diinginkan pimpinan,” jelasnya.

Soal anggarannya kata Arwin menjadi wewenang TAPD dalam hal ini Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebagai bendahara umum daerah.

“Kami Dispora tinggal menunggu kapan waktunya untuk kami mendapatkan kepastian seperti apa skema tersebut berjalan. Sehingga itu menjadi pedoman kami untuk melangkah selanjutnya,” tutur Arwin.

Arwin menuturkan, pemenuhan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan Stadion Mattoanging mulanya menggunakan skema pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hanya saja, belakangan pihaknya mendapat informasi kerjasama tersebut masih sebatas MoU antara PT SMI dengan Pemprov Sulsel.

“Sehingga ini perlu diperjelas, makanya TAPD meminta waktu untuk melakukan konsultasi dan melaporkan hasil pertemuan ke pimpinan untuk mendengarkan kebijakan pimpinan terkait kelanjutan proses pinjaman daerah tersebut,” ucapnya. (*)