oleh

Penderita COVID-19 di Luwu Utara Tersisa Satu Orang. 14 Kecamatan Kini Zona Hijau

Editor :admin 1-Luwu Utara-

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.CO – Perlahan tapi pasti, kasus COVID-19 di Luwu Utara terus melandai. Trennya terus membaik dari hari ke hari. Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Luwu Utara per hari ini, Rabu 21 April 2021, kasus aktif kini tersisa satu orang yang saat ini melakukan isolasi mandiri. Total kasus COVID-19 di Luwu Utara sejauh ini sudah mencapai 1.349 orang. Rinciannya, 1.302 orang sudah dinyatakan sembuh, satu orang masih isolasi mandiri, dan 46 meninggal dunia.

Kabar baik lainnya, 14 kecamatan kini sudah masuk zona hijau. Tinggal Kecamatan Masamba yang masih zona kuning. Zona hijau berarti kasus COVID-19 sudah bisa dikendalikan, sementara zona kuning berarti penularan COVID-19 relatif rendah. Fakta ini pula mempertegas bahwa penanganan COVID-19 di Luwu Utara sudah on the track. Apresiasi pun sepantasnya disematkan kepada Satgas COVID-19 yang terus berupaya mempercepat penanganan COVID-19 secara masif melalui tracing, testing, and treatment atau 3T.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 juga tak bisa diabaikan sebagai salah satu faktor penopang melandainya kasus COVID-19 akhir-akhir ini. Meski demikian, masyarakat tetap dihimbau untuk tidak terlena, dan tidak melonggarkan protokol kesehatan COVID-19. Apa pun itu, faktanya pandemi COVID-19 belumlah usai. Luwu Utara atau bahkan Indonesia harus belajar dari melonjaknya kasus COVID-19 di negara India. Negeri Mahatma Gandhi ini kini berada dalam situasi yang sulit akibat terjangan “tsunami” COVID-19 gelombang ketiga.

Melansir CNBC Indonesia, India kini menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Posisi ketiga, Brasil. Pascavaksinasi COVID-19, India terlalu percaya diri dengan melonggarkan protokol kesehatan. Herd immunity terlalu cepat diambil pemerintah setempat. Festival keagamaan di tengah pandemi digelar dengan melibatkan jutaan orang. “Orang-orang sangat terlena dengan bertindak seolah-olah virus itu telah hilang, yang sesungguhnya tidak masuk akal,” kata seorang ahli urologi Dr K Senthil di Coimbatore Tamil Nadul, sebagaimana dikutip The Guardian melalui CNBC Indonesia.

Masih melansir CNBC Indonesia, ucapan Senthil bukan tanpa alasan. Ratusan orang di India, sudah melakukan sejumlah aktivitas laiknya normal. Mulai dari menggelar pesta pernikahan besar, berdemonstrasi politik hingga acara keagamaan dengan mendatangkan jutaan orang, tanpa masker dan jarak sosial. Nah, apa yang dialami India saat ini tentunya harus menjadi pelajaran buat semua orang di Indonesia, lebih terkhusus masyarakat Luwu Utara, agar tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah berlangsungnya program vaksinasi COVID-19.(*)