oleh

Bendungan Pammukulu Masih Butuh Pembebasan Lahan

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Takalar-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Penetapan Lokasi (Penlok) pembangunan Bendungan Pammkulu di Takalar akan berakhir April ini. Penlok ini perlu dilakukan untuk menetapkan lokasi yang sudah dibebaskan.

Hingga saat ini Pembangunan Bendungan Pammkulu di Takalar masih tersisa 600 hektar yang belum dibebas dimana 593 hektar ada di Kabupaten Gowa.

Kepala Bidang Pertanahan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Fahruddin menyebutkan Penlok berakhir April ini makanya sekarang dibuatkan perencanaan baru lagi, untuk lokasi yang belum dibebaskan di Takalar dengan Gowa.

“Sekitar 600 hektar 593 ada di wilayah Takalar selebihnya itu ada di kabupaten Gowa, Kecamatan Biring Bulu. Makanya yang di Takalar ini yang habis masa berlaku penloknya di April ini, itu yang diperpanjang juga supaya progres pengadaan lahannya berlanjut,” ungkap Fahruddin, Selasa (20/4).

Kepala Satuan Kerja Bendungan Balai Besar Wilayah Bompengan Sungai Jeneberang Alexander Nandar mengatakan perubahan itu buka desain secara fisik pembangunan Bendungan Pammkulu perpanjangan Penlok ini untuk kepentingan umum salah satunya Penlok hutan.

“Penlok terhadap hutan ini kita akan gunakan izin pinjam dengan berkoordinasi KLHK dalam hal ini wilayah Sulsel Balai Penangkaran Kawasan Hutan. Izinnya nanti dari KLHK untuk memakai kawasan tersebut,” ujarnya.

Terkait pengambilan materil. Alexander Nandar mengaku pihaknya masih memetakan potensial, bahkan sudah banyak masukkan dirinya terima.

“Tapi kan kami juga sebagai instansi membutuhkan tanah pasti, punya dasar mengajukan tetapi sebaiknya potensinya selayaknya material timbunan memperhitungkan 2-2,5 kali kebutuhan material timbunan yang ada biasanya standar kuta menentukan besarannya. Teman-teman PPK lahan 8-10 He belum angka valid supervarior , giologis memetakan potensi material yang ada tapi berapa potensi dan sebrapa luas,” tutupnya.