oleh

Pantau PTM-T SMAN 21 Makassar, Prof Jufri Minta Tingkatkan Pengawasan dan Lakukan Evaluasi

Editor :Armansyah-Berita, Sekolah-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel, Prof Muhammad Jufri melakukan pemantauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM-T) di SMAN 21 Makassar, Jalan Tamalanrea Raya, Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar, Selasa (20/4).

Prof Jufri melakukan pemantauan saat tepat jam pulang sekolah. Tujuannya, untuk melihat secara nyata bagaimana bila siswa saat berada di luar sekolah.

Ia mengaku sebagian besar siswa yang keluar dari SMAN 21 berjalan tertib, ada yang dijemput sama orang tuanya, ada yang membawa kendaraan dan juga ada yang naik kendaraan umum.

Prof Jufri juga menyaksikan bagaimana Satgas Covid-19 SMAN 21 Makassar sibuk mengatur dan mengawasi siswanya sampai ke pintu gerbang sekolah bersama security sekolah. Sebelum keluar pintu gerbang, siswa masih mendapatkan peringatan untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak.

Didampingi Kepala SMAN 21 Makassar, Dr Andi Ernawati, Prof Jufri masih mendapatkan satu kelas sedang membaca doa untuk persiapan pulang. Ia minta waktu 2 menit untuk berdialog dengan siswa yang telah menerima pelajaran sejarah.

“Bagaimana kabarnya anak-anak, senang bisa belajar tatap muka?” Tanya Prof Jufri.

“Senang…,” jawabnya serentak.

Mereka juga mengaku tidak mendapatkan hambatan ataupun masalah selama mengikuti pelajaran tatap muka terbatas ini. Bahkan meraka juga mengungkapkan kegembiraan para orang tua mereka dengan dibolehkannya kembali belajar di sekolah secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Prof Jufri mengaku senang melihat perkembangan pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 21 Makassar. Ia mengingatkan untuk tetap waspada dan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM-T dan mengedarkan survey kepada peserta didik.

“Kepada kepala sekolah dan satgas covid-19 untuk tetap waspada dan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM-T dan mengedarkan survey kepada peserta didik untuk mengetahui seberapa besar siswa yang ingin belajar tatap muka terbatas, dan berapa persen yang ingin tetap belajar dari rumah atau PJJ,” pungkasnya. (*)