oleh

Demokrat Sulsel Beri Sinyal Kader Eks KLB Dirangkul Kembali

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO –  Permasalahan partai Demokrat saat ini sudah selesai, setelah hasil Kongres Luar Biasa (KLB) ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Namun, sebelum pelaksanaan Kongres tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat telah melakukan pemecatan terhadap empat ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau kabupaten/kota asal Sulsel, setelah mengikuti KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Mereka adalah ketua DPC kabupaten Pangkep,  Andi M Ridha Ketua DPC Sidrap, Andi Insan P Tanri, Ketua DPC Barru, Andi Hairuddin dan ketua DPC Takalar, Ikrar Kamaruddin.

Partai berlambang mercy ini telah menunjuk Pelaksana tugas (Plt) di empat daerah tersebut, mereka adalah Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Andi Nurpati di Sidrap, Irwan Nursaid di Pangkep, Irmawati Syahrir di Barru dan Japri Yacob Timbo di Takalar.

Selesainya permasalah ini DPD Demokrat Sulsel memberikan sinyal terhadap empat mantan Ketua DPC tersebut untuk kembali bergabung dibawa partai berlambang mercy ini.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle menyebutkan, memang pihaknya melakukan komunikasi kepada mereka. Namun, sampai saat ini belum ada satupun yang menyatakan siap bergabung.

“Sampai saat ini belum ada. Mungkin dia lebih memilih bertafakur dulu dan kita juga sudah mencoba melakukan komunikasi (Agar bisa kembali bergabung dengan Demokrat),” kata Selle KS Dalle saat dikonfirmasi, Senin (19/4).

Ketua Komisi A DPRD Sulsel ini mengemukakan, nantinya mereka akan menyampaikan sikap politik mereka, apakah tetap ingin bersama dengan partai Demokrat atau malah memilih parpol lain.

“Kita diamkan dulu, karena saat ini masih bulan suci ramadhan dan saya kira tidak semua empat itu akan kembali bergabung tetapi akan lebih banyak lagi,” singkatnya.

Sementara itu, Partai Berkarya Pangkep siap merangkul Andi M Ridha yang sudah dipecat dari Demokrat. Bahkan sudah ada komunikasi yang terbangun antara kedua belah pihak.

“Kami beberapa kali bertemu dan ngobrol. Dan memang ada arah ke sana, dia mau bergabung. Tapi ini masih sebatas cerita-cerita saja. Belum formal,” jelas Ketua Berkarya Pangkep, Arsyad Yunus.

Ia mengaku, pihaknya tentu membuka ruang kepada siapa saja yang ingin bergabung ke partainya. Apalagi Berkarya saat ini tengah membangun komposisi kepengurusan.

“Bukan hanya dari Demokrat, beberapa kader partai lain juga banyak yang ingin bergabung dengan kami. Kalau kami ya, welcome saja,” kunci Yunus.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto menyatakan, saat ini Demokrat ingin bagaimana kader mereka kembali kompak dan bisa menumbuhkan semangat organisasi.

“Setiap organisasi ada dinamika setuju atau tidak setuju dan harus melakukan komunikasi lagi karena Demokrat juga pastinya memiliki kepentingan,” katanya.

Menurut dia, kader yang dipecat tersebut sudah dipastikan memiliki basis massa yang jelas, seperti saja, mantan ketua DPC Takalar, Ikrar Kamaruddin, dimana dia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Sulsel.

Jika kader yang dipecat tersebut kata Andi Ali tidak kembali maka suara Demokrat akan tergerus karena empat kader yang dipecat tersebut akan membawa gerbongnya juga.

“Mantan ketua DPC Demokrat yang sudah dipecat pastinya memiliki pengaruh besar terhadap partai. Kalau dia dibiarkan mencari partai lain, itu bisa merusak basis Demokrat,” ujarnya.

Soal peluangnya untuk kembali, kata dia itu terbuka lebar, jika hanya perbedaan pendapat saja.

“Kalau hanya faktor perbedaan pendapat saja itu memungkinkan (kembali) jika hanya ingin memperbaiki partai Demokrat saya kita itu tidak menjadi masalah untuk kembali,” pungkasnya. (*)

Komentar