oleh

Ambas Syam Siap Mundur, Jika Salah Satu Rivalitas Dapat Diskresi

Editor :Armansyah , Penulis : Fahrullah-Berita, Daerah, Gowa, Partai-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tiga dari empat calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kabupaten Gowa harus mendapatkan diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto jika ingin menjadi orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin ini.

Mereka yang harus mendapatkan diskresi adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa Yusuf Sommeng, Eks Ketua DPRD Gowa Andi Muh Ishak dan eks Pelakasana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Gowa Hoist Bachtiar.

Dimana, Andi Muh Ishak terhalang karena sang istri, Tenri Olle Yasin Limpo, berstatus kader Partai Nasdem karena di partai berlambang pohon beringin ini tidak membolehkan calon ketua punya istri yang berstatus kader partai politik lain dalam satu wilayah yang sama.

Begitupun Muh Yusuf Sommeng, dia terhalang karena belum genap lima tahun jadi kader Partai Golkar. Calon ketua Golkar harus berstatus kader dalam lima tahun terakhir.

Sedangkan Hoist Bachtiar walau sudah berkiprah di partai Golkar cukup lama, namun mantan anggota DPRD Sulsel ini terhalang karena tercatat bukan penduduk Kabupaten Gowa.

Bila tiga orang ini tidak mendapatkan diskresi atau surat sakti DPP, maka dipastikan mereka tidak akan lolos walau telah mengikuti fit and proper test beberapa waktu lalu.

Sementara calon yang bersyarat hanya Plt Golkar Gowa saat ini yakni Ambas Syam. Bahkan, kata dia, majunya sebagai kandidat ketua juga karena itu merupakan instruksi dari DPD I.

Namun dia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan tiga kader yang juga mendaftar di Musda Golkar Gowa. “Saya bicara sama mereka bertiga, uruslah diskresi ta. Karena kalau sudah ada diskresi ta, maka saya akan mundur,” tutur Ambas.

Meski demikian, lanjut Ambas, jika nantinya tidak ada diskresi yang keluar dari DPP untuk salah satu dari tiga rivalitasnya maka dia menegaskan akan maju. “Kalau ada perintah partai, maka saya akan siap,” jelasnya. (*)