oleh

Nurul Hidayat Terima Keluhan Drainase di Bongaya

Editor :Armansyah-Berita, Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Nurul Hidayat menggelar reses kedua masa sidang kedua tahun 2020-2021. Kegiatan ini berlansung di Asrama Polisi (Aspol) Jalan Mappaodang, Kelurahan Bongaya, Tamalate, Senin (19/4).

Pada kesempatan ini, legislator fraksi Golkar menerima keluhan persoalan drainase. Dimana, warga meminta agar pemerintah kota memberikan perhatian untuk masyarakat Aspol Mappaodang. Sebab, kawasan ini sering terjadi banjir ketika musim penghujan tiba.

“Keluhan warga sebenarnya sudah tercatat di Dinas Pekerjaan Umum tapi karena masih pandemi semua anggaran dialihkan penanganan covid alias di refocusing,” tukas Nurul Hidayat.

Namun, kata Nurul—sapaan akrabnya, warga tidak perlu kuatir sebab DPRD dan Pemkot Makassar akan menjadikan keluhan sebagai program prioritas tahun berikutnya. Harapannya, pandemi bisa segera melandai bahkan menghilang.

“Tahun depan ini kita akan genjot pembangunan. Termasuk usulan warga di Aspol Mappaodang ini,” jelasnya.

Tidak hanya keluhan, Nurul menjelaskan, pihaknya menerima pertanyaan terkait wacana penonaktifan RT/RW. Kata dia, kebijakan itu masih sebatas wacana dan hak wali kota untuk menyukseskan semua program yang telah dicanangkan.

“Pada dasarnya DPRD kita mendukung semua kebijakan Wali Kota karena dinilai punya pertimbangan sendiri. Tapi, ini baru wacana janganmi terlalu bagaimana ke pak wali,” ucapnya.

Terpisah, Camat Tamalate, Hasan Sulaiman menyampaikan, proyek pembangunan tahun ini masih belum bisa dilaksanakan. Alasannya, semua anggaran dialihkan untuk penanganan covid.

“Soal drainase, kita sampaikan ke warga bahwa hal itu kita tunda dulu untuk memutus mata rantai covid,” jelas Hasan.

Meski begitu, Hasan mengatakan, pihaknya telah mencatat dan akan memasukkan pembangunan drainase sebagai program prioritas. Rencananya, semua usulan akan dimasukkan kembali di anggaran 2022.

“Kita juga imbau masyarakat untuk mendukung Makassar Recover. Jangan mendengar isu-isu yang tidak jelas sumbernya apalagi mengenai vaksinasi,” bebernya.