oleh

Per April, Realisasi PAD Sektor Pariwisata Sinjai Sudah Mencapai 31 Persen

Editor :Syamsuddin-Daerah, Sinjai-

SINJAI, RAKYATSULSEL.CO- Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sinjai sektor pariwisata pada awal april 2021 saja sudah terealisasi sebesar 31 persen. Jika dirupiahkan, sudah terealisasi sebesar Rp160 Juta lebih.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sinjai, Yuhadi Samad, obyek wisata yang penyumbang PAD terbesar hingga bulan ini adalah hutan Mangrove Tongke-Tongke, di Kecamatan Sinjai Timur, per April mencapai Rp 130 Juta.

Destinasi lainnya yang menjadi penyumbang terbanyak kedua hingga bulan ini adalah Taman purbakala Batu Pake Gojeng sebesar Rp15,1 Juta lebih.

Di susul Taman Hutan Raya (TAHURA) Abdul Latief Sinjai Borong sebesar Rp11,7 Juta. Kemudian Air terjun Batu Barae sebesar Rp 3,5 juta lebih serta Air terjun Lembang Saukang, Rp110 ribu.

“Jadi realisasi PAD telah mencapai pada titik Rp160 juta lebih yang bersumber dari retribusi tempat rekreasi. Jika dipresentasikan dari target yang akan dicapai, hasilnya sudah mencapai angka 31 persen, Destinasi wisata ini merupakan obyek wisata yang dikelola Disparbud Sinjai, termasuk retribusi pemakaian kekayaan daerah seperti gedung pertemuan,”ujarnya.

Pihaknya pun akan terus berupaya dalam mendongkrak PAD Pariwisata sesuai arahan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) agar objek obyek wisata tetap menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan, diantaranya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi objek wisata.

“Kami juga memanfaatkan percepatan teknologi dengan melakukan promosi wisata melalui media yang ada, salah satunya melalui akun media sosial. Termasuk melalui aplikasi ‘Ayo ke Sinjai’ yang dilaunching Pak Bupati beberapa waktu yang lalu”, jelasnya.

Dari data Disparbud Sinjai, target PAD di tahun 2021 sebesar Rp 520 juta, yang terdiri dari retribusi objek wisata Rp 400 juta dan penyewaan gedung Rp120 juta.

Sebagai gambaran, realisasi PAD di sektor pariwisata di Kabupaten Sinjai dua tahun berturut-turut melampaui target. Di tahun 2019 realisasi PAD sebesar 101 persen, sedang di tahun 2020 di tengah pandemi meningkat tajam dari target Rp 328 juta, terealisasi Rp 476 juta atau sekitar 145 persen. (Humas Kominfo).