oleh

Parpol Pengusung Belum Satu Suara Soal Pendamping ASS

Editor :Armansyah , Penulis : Fahrullah-Berita, Megapolitan, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Figur yang layak menjadi wakil gubernur mendampingi Andi Sudirman Sulaiman (ASS) disisa masa jabatan mulai mewacana. Hanya saja, tiga partai pengusung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) pada Pilkada 2018 lalu belum satu suara.

Saat itu, NA-ASS diusung 3 partai, yakni PDIP, PKS dan PAN. Andi Sudirman Sulaiman sendiri naik kelas menjabat Plt Gubernur Sulsel menggantikan Nurdin Abdullah yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan proyek infrastruktur di Sulsel.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPD PDIP Sulsel, Andi Ansyari Mangkona mengaku belum pernah melakukan pembahasan terkait sosok pendamping Andi Sudirman disisa masa jabatannya.

“Sampai saat ini kami belum melakukan pembasahan internal partai (siapa calon wakil Andi Sudirman),” kata Andi Ansyari Mangkona, Kamis (15/4).

Anggota DPRD Sulsel itu meminta semua pihak untuk bersabar lantaran kasus yang menjerat NA belum mendapatkan kepastian hukum tetap (inkrah). “Harus inkrah dan saya kira prosesnya masih lama,” ucapnya.

Berdasarkan isu yang berkembang, PDIP telah mempersiapkan tiga kadernya untuk mendampingi ASS, yakni Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulsel, Andi Ansyari Mangkona, Rudi Pieter Goni (anggota DPRD Sulsel Fraksi PDIP) dan Ikbal Arifin (Aktivis 98 dan Ketua OKK DPD PDIP Sulsel).

“Kalau itu perintah partai kita harus siap,” tegasnya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel menyebut masih menunggu inkrah dari kasus hukum yang menimpa Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah.

“Untuk wakil gubernur tentu kita mengedepankan proses hukum, menunggu status hukum dari bapak gubernur non aktif nurdin abdullah, tentu kita berdoa agar yang terbaik untuk beliau dan keluarga dalam penyelesaian masalah ini,” ujar Ketua DPW PKAS Sulsel, Amri Arsyid.

Amri menyebut partainya memiliki tradisi responsible terhadap peristiwa yang terjadi. Ia pun juga tetap bakal memastikan bahwa pemerintah di Sulsel berjalan stabil.

“Jadi kita akan bertanggungjawab penuh untuk memastikan, bahwa pemerintahan di Sulsel ini berjalan stabil karena biar bagaimanapun kita sebagai partai pengusung punya tanggungjawab tersebut apapun yang terjadi kita mencoba untuk menstabilkan kecuali kita ditinggalkan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia pun sudah menyiapkan sejumlah nama untuk mengisi kekosongan kursi tersebut. Sejumlah nama yang dimaksud adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif; Anggota DPRD provinsi Sulsel, Sri Rahmi dan Ariady Arsal.

“Saya kira tiga nama ini cukup mempresentasikan kita saat ini, walaupun tentu dari DPP, kalau ditanyakan prosedurnya, kita mengajukan kemudian nanti DPP yang menetapkan,,” jelasnya.

Selain 3 nama yang disebutkan tadi. Nama Ketua DPW PKS Sulsel, Muh. Amri Arsyid juga mencuat mengisi kekosongan kursi tersebut. Apalagi dia sudah bertemu dengan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu beberapa hari lalu.

Sementara itu, PAN Sulsel sudah mempersiapkan dua nama, yakni Ketua DPW PAN Sulsel yang juga menjabat Anggota DPR RI, Ashabul Kahfi dan Anggota DPRD Sulsel Fraksi PAN Muhammad Irfan AB juga digadang-gadang mengisi posisi Wakil Gubernur penggantian antar waktu hingga masa bakti 2023.

Sekertaris DPW PAN Sulsel, Jamaluddin Jafar mengatakan sampai saat ini partainya belum juga melakukan pembahasan secara detail siapa didorong untuk mendampingi Andi Sudirman Sulaiman.

“Belum dibahas itu (soal wakil gubernur), baru wacana-wacana ini,” katanya.

Dirinya menyebutkan juga menunggu putusan dari pengadilan. “Kita tidak enak kalau diributi itu (soal berebut wakil gubernur). Kan kasusnya gubernur (Nurdin Abdullah) belum selesai. kalau kita sudah ribut, nanti kita dibilang terlalu mau,” ucapnya. (*)