oleh

Dewan Nilai Pembangunan Infrastruktur Jalan di Sulsel Tak Merata

Editor :Armansyah , Penulis : Fahrullah-Berita, Legislatif, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menilai pembangunan infrastruktur jalan pada sejumlah daerah di Sulawesi Selatan tidak merata.

Hal tersebut terungkap saat Komisi D DPRD Sulsel yang membidangi pembangunan melakukan rapat evaluasi kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulsel, Rabu (14/4).

Dalam rapat tersebut, ada banyak permasalahan yang disampaikan oleh wakil rakyat mulai dari pembangunan ruas jalan yang tidak merata di tahun 2020 hingga pihak ketiga tidak memiliki alat berat untuk menyelesaikan pekerjaan.

“Anggaran fisik kita cukup besar, selain dari Pemprov sendiri ada juga anggaran PEN (Program Pemulihan Ekonomi Nasional),” kata Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Rahman Pina.

Legislator Fraksi Golkar itu membeberkan, pembangunan jalan seperti di jalan poros Luwu dan Tana Toraja ke Toraja Utara, terkesan kesulitan lantaran pihak ketiga tidak memiliki alat yang cukup memadai.

Menurut Rahman Pina, tidak ada keseimbangan yang dilakukan oleh dinas PUPR dalam pembangunan jalan. Politisi Golkar ini menyebutkan Pemprov hanya fokus di tiga daerah saja yakni Kabupaten Bone, Luwu Raya dan Toraja.

“Jadi ada kesenjangan cukup besar yang membuat daerah lain menimbulkan kecemburuan,” bebernya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulsel Prof Rudy Djamaluddin mengakui, pembangunan jalan di Luwu dan Toraja memang dibawa 50 persen dibanding di wilayah selatan seperti Bulukumba, Bantaeng dan Jeneponto.

“Sehingga kita utamakan Luwu dan Toraja untuk menghindari ketimpangan pembangunan,” katanya.

Olehnya, ia berharap masukan dari anggota dewan untuk melihat daerah mana saja yang perlu dilakukan perbaikan jalan sehingga ada keseimbangan pembangunan di Sulsel.

“Tentu anggaran 2021 ini kita harapkan masukan dari anggota dewan demi pembangunan Sulawesi selatan,” jelasnya.