oleh

Amalan di Bulan Ramadan Jadi Topik Hangat di Pesantren Virtual UMI

Editor :Armansyah-Berita, Kampus-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Hari Kedua pesantren ramadan virtual UMI menghadirkan narasumber Prof.Dr. H. Syahrir Mallongi, SE, M.Si membahas tentang Amalan-Amalan di Bulan Ramadan.

Hadir Dekan FKM UMI Dr.Suharni, M.Kes, Wakil Dekan IV Fak.Teknik UMI Dr.Nursetiawaty, Ph.D, Kabid Masjid dan Dakwah PKD UMI Drs.Abd. Hamid Sulaiman dan sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa UMI. Acara dipandu Host Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna, Rabu (14/4).

Prof. Syahrir Mallongi menjelaskan amalan di bulan Ramadan dapat dilipatgandakan pahalanya, utamanya di malam lailatul qadar, satu amalan bisa dinilai sebanyak 83 tahun.

“Setidaknya, ada dua amalan pokok yang dapat menghiasi bulan Ramadan, yakni shalat, zakat, shadaqh, dst, serta amalan yang bersifat menahan diri, misalnya puasa dan menjaga diri dari hal-hal yang menyebabkan puasa terganggu,” tuturnya.

Salah satu peserta, Abd. Hamid Sulaiman mempertanyakan tentang tradisi orang tua dulu yang menyatakan lebih baik tinggal di dalam kelambu ketika bulan Ramadan tiba.

“Hal ini dimaksudkan agar terhindar dari berbagai macam godaan yang dapat mengganggu kekhusyuan dalam berpuasa dan beribadah lainnya,” ucapnya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad menyatakan disinilah pentingnya merubah paradigma umat, dari pandangan masa lalu terkait dengan berdiam diri dan menghindari keramaian selama berpuasa. Sebab di zaman teknologi canggih sekarang ini, dengan internet, orang bisa berselancar kemana saja di dalam kamarnya sendirian sementara ia berpuasa.

“Oleh karena itu, lebih baik tetap keluar dan bekerja secara produktif sambil berpuasa dengan tantangan yang lebih berat, daripada tinggal diam di rumah tanpa melakukan aktifitas yang produktif. Puasa yang lebih banyak tantangannya, akan lebih banyak dihargai Allah Swt, dibanding dengan berpuasa yang kurang tantangannya,” sebutnya.

Namun demikian kualitas amalan membaca al-Qur’an perlu ditingkatkan dengan berusaha juga membaca terjemahnya, kalau perlu baca juga kandungan dan tafsirnya, agar pemahaman kita tentang Islam semakin komprehensif setiap tahunnya.

“Apalagi umur semakin bertambah, sehingga ibadah dan amalan yang dilakukan seyogyanya semakin berkualitas setiap tahunnya, jelas M.Ishaq Shamad.

Sementara, Host Dr.Nurjanna Abna mengomentari pentingnya memberi pemahaman kepada umat, agar tetap bekerja sebagai bagian dari amalan di dalam bulan suci Ramadan.

“Selain itu, sangat penting melaksanakan anjuran Rektor UMI untuk rajin melaksanakan 3 M, yakni Membaca Al-Qur’an, Melakukan Ibadah Shalat Wajib dan Sunnah serta Mengeluarkan infaq dan shadaqah,” ujarnya.