oleh

Istirahatkan Hati di Bulan Ramadan

Editor :Lukman-Humaniora-

RAKYATSULSEL.CO – Hati ini perlu istirahat. Dari kebahagiaan, kesedihan, dan ketidakpastian antara keduanya. Salah satu tempat peristirahatan hati adalah di bulan Ramadan.

Hati dalam pengertian fisik adalah organ tubuh inti dan vital manusia. Hati adalah alat ekskresi. Berfungsi sebagai penawar racun sekaligus penghasil protein.

Jika ekskresi organ hati bermasalah, maka bermasalah pulalah organ tubuh yang lain. Hingga membuat sistem imun manusia melemah dan mudah terserang penyakit.

Hati dalam pengertian psikis adalah sumber ego. Lumbung perasaan. Tempatnya segala kebaikan dan keburukan beserta turunannya berada.

Jika hati sebagai sumber ego bermasalah. Keras. Maka pribadi yang muncul adalah pribadi yang tidak menyenangkan. Pribadi yang bermasalah dengan nilai-nilai kebenaran dan kesalahan.

Ramadhan adalah bulan puasa. Bulannya umat Islam untuk tidak makan dan minum. Bulannya umat Muhammad SAW tidak meladeni ego. Paling tidak sejak matahari terbit hingga terbenam.

Ketika berpuasa kerja organ hati akan istirahat. Istirahat dari kesibukannya ber-ekskresi. Memilah antara senyawa beracun dan tidak beracun untuk tubuh manusia yang ada pada makanan dan minuman yang manusia telan. Dan hal ini diyakini baik untuk kesehatan tubuh.

Ketika berpuasa kerja hati dalam pengertian psikis-kejiwaan akan istirahat. Istirahat dari kesibukan berkata-kata dan bertindak dalam mengejar kesenangan dunia. Kesenangan yang bisa saja menipu karena dibayang-bayangi oleh nafsu.