oleh

Kejati Sulsel Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank Sulselbar Bulukumba

Editor :Armansyah , Penulis : Sugihartono-Berita, Kasus Korupsi-
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menahan salah satu orang tersangka kasus dugaan kredit fiktif Bank Sulselbar cabang Bulukumba. Ia merupakan account officer Bank Sulselbar berinisial, IRR.
Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Kejati Sulsel, IRR diduga sebagai orang yang bertanggung jawab terkait kredit Rp25 Miliar secara fiktif.

Plt Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Y Gatot Irianto, menjelaskan, tersangka IRR telah mencairkan uang Bank Sulselbar sebanyak Rp25 miliar dengan modus kredit.

“Hanya saja setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan ternyata telah memalsukan data data para nasabah yang seolah olah sedang mengajukan kredit, sehingga menyebabkan adanya kerugian negara kurang lebih Rp25 Miliar” kata Y Gatot, Jumat (9/4).

Sedikitnya, kata Gatot, kurang lebih ada seratusan orang telah dipalsukan data nasabah. Kemudian, dokumen itu digunakan untuk mencairkan uang di Bank Sulselbar.

“Baik itu berupa KTP maupun dokumen-dokumen kebutuhan lain untuk pencairan kredit tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Sulsel, Andi Faik Wana Hamzah mengatakan sebelum menetapkan tersangka, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada sekitar 30an orang saksi. “Kesimpulan pemeriksaan semua mengarah kepada yang bersangkutan,” kata Andi Faik.

Meski demikian, Andi Faik mengatakan kasus ini masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut untuk memperkuat bukti-bukti yang ada.

“Kami juga tidak mau mengatakan bahwa pelaku ini tunggal, intinya kasus ini masih terus didalami,” ucapnya.
Diketahui, awal kasus bermula setelah internal Bank Sulsel melaporkan adanya dugaan kecurangan dalam Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL), tahun anggaran 2016 sampai tahun 2021 ke Kejati Sulsel.

Dimana, Bank Sulsel cabang Bulukumba menemukan ada banyak kredit yang di buat secara fiktif. Lalu, diduga telah disalahgunakan untuk keuntungan pribadi senilai Rp25 miliar.

Atas dasar itu, Kejati Sulsel kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Selanjutnya, penyidik akan memperkuat bukti untuk menjerat aktor dan pihak lainnya yang berperan dalam kasus ini.