oleh

Kaji Pemberian Honor Sesuai UMR, Kru Diminta Komitmen Hadirkan ‘The New TV dan Radio Peduli’

Editor :Niar , Penulis : Yanti-Berita, Daerah, Parepare

PAREPARE, RAKSUL – Setelah pengukuhan dan pelantikan sejumlah pejabat administrator dan pengawas lingkup Dinas Kominfo, Plt Kepala Dinas Kominfo Parepare, Amarun Agung Hamka bergerak cepat melakukan rapat koordinasi yang dikemas secara santai bersama manajemen dan kru radio dan tv Peduli, Rabu, (7/4/2021).

Di awal arahannya, mantan Kabag Humas dan Protokoler Setdako Parepare ini mengabsen kehadiran kru satu persatu sebagai ajang perkenalan.

Ia juga membakar semangat kru dengan komitmen memperhatikan kesejahteraan kru dengan memberikan penggajian atau honor sesuai standar upah minimum regional (UMR).

“Sesuai petunjuk Bapak Walikota agar kami memperhatikan kesejahteraan kru TV dan Radio Peduli. Untuk itu, kita akan mencoba merubah standar honor yang sesuai dengan UMR, Insya Allah. Tapi mari kita bangun komitmen bersama-sama untuk betul-betul memberikan kontribusi bahwa Tv Peduli, dan Radio Peduli bisa. Bisa dalam arti memberikan tampilan yang baru, memberikan nuansa yang baru yang lebih menarik orang untuk menonton tv atau mendengarkan radio peduli,” ujar Hamka yang juga Kepala Disporapar Parepare.

Hamka juga berharap, program yang ada saat ini dapat disesuaikan dengan segmen-segmen yang akan dicapai sehingga dapat menyajikan yang terbaik.

“Tv dan radio Peduli memiliki kekuatan yang bagus dan bisa menghasilkan yang lebih dari apa yang ada sekarang. Launching The New Tv Peduli dan Radio Peduli juga kita akan rencanakan, namun hal tersebut tidak akan terlaksana jika tidak ada dukungan dan ide atau inovasi dari seluruh kru dan manajemen,” tegas Hamka, sapaan karib dia, menekankan.

Untuk menuju ke sana tambah Hamka, harus dimulai dari hal kecil, seperti logo tv yang harus diubah dan memiliki ciri khas sebagai tv dan radio Peduli.

“Logo sekarang menjadi sebuah tren yang bisa memviralkan sebuah produk. Tanpa logo yang baik dan tidak memiliki arti, tidak akan menarik dan mungkin kita susah untuk menjual produk kita,” detail Hamka.

Hamka berharap, hadirnya ‘The New Tv dan Radio Peduli’ menjadi salah satu upaya dalam mempublikasikan Parepare dengan kemasan menarik.

“Sebuah produk akan disukai jika kemasannya menarik. Dalam artian, konten pemberitaan mengenai Parepare, dan talkshow sebagai produk kita jika tidak dikemas secara menarik, maka orang tidak akan menonton. Ini yang harus kita ubah sehingga layak jual, seperti pesan Bapak Wali Kota saat melantik dan mengukuhkan teman-teman Kominfo. Ini adalah salah satu dari sekian banyak upaya yang akan kami lakukan untuk menasionalkan Parepare,” tutup Hamka. (*)