oleh

Gerindra Parpol Pencetak Tokoh

Editor :Armansyah , Penulis : Suryadi-Berita, Partai, Politik

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejumlah partai politik (Parpol) di Sulsel mulai berbenah menghadapi Pemilu 2024. Jalan pintas pun ditempuh dengan “membajak” kader parpol yang merupakan tokoh di daerah.

Gerindra menjadi salah satu korban parpol yang kadernya dicomot parpol lain. Adalah Andi Sukri Sappewali yang dikabarkan bakal menanggalkan KTA Gerindra-nya. Mantan Bupati Bulukumba ini diisukan bakal menjadi Ketua DPD II Golkar Bululukumba.

Gerindra sendiri tak mempermasalahkan kadernya pindah ke parpol lain. Terlebih Gerindra dikenal sebagai parpol pencetak tokoh, bukan perebut tokoh.

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawangsyah Muin menegaskan, partai bentukan Prabowo Subianto itu tak rugi jika ada kader yang pindah. Dia meyebutkan, bahwa di dalam politik tidak ada paksaan untuk harus bergabung atau pun harus tetap tinggal.

“Tak ada paksaan, semua itu soal rasa, namun kami di Gerindra selalu mengedepankan etika berpolitik maupun berlembaga sehingga kami kadang lebih memilih melakukan pengkaderan dibanding mencomot kader atau tokoh-tokoh yang sudah di bentuk oleh partai lain,” ujarnya, Rabu (7/4/2021).

Oleh sebab itu, lanjut Wakil Ketua DPRD Sulsel itu, sesungguhnya jika itu menjadi pegangan pengurus Gerindra di Sulsel, dengan demikian akan fokus pada kepentingan masyarakat ketimbang membajak kader partai lain.

“Karena tidak mencerminkan proses regenerasi kepemimpinan di daerah, oleh karena itu kami akan tetap konsisten untuk terus melakukan pembinaan dan pengkaderan pada bibit-bibit muda di Sulsel,” katanya.

Politisi asal Gowa itu menuturkan, pihaknya tetap menjaga keberlangsungan karier politik pada kader senior internal partai yang benar-benar loyal. “Karena dengan gabungan itu insya Allah Gerindra khususnya Sulsel akan memberi pencapaian yang maksimal di 2024 nanti,” jelasnya.

Terkait adanya pembajakan kader internal belakangan ini, pria yang akrab disapa Wawan itu menegaskan bahwa di Sulsel Gerindra adalah penghasil kader terbaik jadi wajar jika partai-partai lain berlomba mengambil kader partainya.

“Pada intinya, kami akan terus membina kader muda terbaik kedepan untuk mengganti kader lama yan meninggalkan Gerindra, namun tetap memberikan porsi perhatian maksimal bagi kader lama yang tetap setia dan loyal dalam perjuangan jalan panjang politik pak Prabowo Subianto dan ketua Gerindra Sulsel pak Andi Iwan Aras (AIA),” tuturnya.

“Sekali lagi, kami Gerindra sebenarnya bersoal, hanya kita pantang mengemis terhadap orang-orang yang tidak loyal, hari ini dia tinggalkan Gerindra, besok pasti dia loncat lagi ke partai lain. Pokoknya loncat kiri kanan hingga jatuh tersungkur,” sambung dia.

Ketua Bappilu DPD Gerindra Sulsel, Harmasyah menuturkan, Gerindra bukan partai perebut tokoh, tapi penghasil tokoh. “Kami Gerindra pencetak tokoh, marwah Gerindra disitu. Kami senang digoda tidak senang menggoda karena itulah Gerindra besar,” tegasnya.

Dia menambahkan, pengurus Gerindra Sulsel saat ini lebih fokus ke perbaikan kaderisasi dan kesiapan kader. “Gerindra sebisa mungkin akan selalu memprioritaskan kader sehingga bukan tipikal perebut setelah agenda baru menggoda,” sindir pria yang akrab disapa Syal Merah.

Sementara itu, pengamat politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menilai, saling bajak kader sudah biasa dalam dunia politik. Disebabkan karena figur merasa nyaman lompat ke partai lain dengan godaan posisi strategis.

“Kan salah satu membuat figur berpindah partai selain tergoda oleh tawaran posisi. Juga karena melihat peluang kedepan misalnya diususng menjadi calon kepala daerah,” katanya.

Khusus Gerindra kata Firdaus, bahwa partai ini masih memiliki banyak kader terbik. Mulai dari tokoh muda, tokoh politik dan tokoh perempuan yang duduk di parlemen maupun eksekutif.

“Dibanding partai lain, tentu Gerindra masih diperhitungkan di Sulse, apalagi memiliki tokoh berpengaruh di tingkat nasional, juga lokal yang duduk di parlemen dan eksekutif,” pungkasnya.