oleh

19 Legislator Sulsel Belum Setor LHKPN

Editor :Armansyah-Berita, Megapolitan, Pemerintahan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sebanyak 19 anggota DPRD Sulsel sampai saat ini belum melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari 85 anggota DPRD Sulsel, terhitung 66 orang yang telah melaporkan LHKPN sesuai dengan deadline waktu yang diberikan yakni pada 31 Maret 2021 lalu.

“Hingga saat ini baru 66 orang yang melaporkan tepat waktu atau 81 persen LHKPN, selebihnya belum,” kata Koordinator Tim Monev Korsupgah KPK, Tri Budi Rochmanto, saat mengunjungi DPRD Sulsel, Rabu (7/4/2021).

Hanya saja, kata dia, tidak ada sanksi bagi anggota dewan yang tidak melaporkan LHKPN. Namun, laporan LHKPN merupakan bentuk transparansi bagi pejabat negara apakah pendapatan mereka sudah sesuai atau tidak.

“Kalau konsekuensinya gak yah. Maksudnya ini (laporkan LHKPN) bagian dari transparansi saja bahwa ini akuntabilitas selaku penyelenggara negara. “Nanti kami sampaikan kepada Pak Sekwan meminta bantuan untuk yang belum lapor agar segera dilakukan,” tegasnya.

Iapun memberi warning kepada 19 anggota DPRD Sulsel yang belum melaporkan LHKN untuk segera dituntaskan. “Jadi harapannya itu sesegera mungkin karena itu terus dipantau jangan sampai nanti terlambat hingga akhir tahun,” ucapnya.

Terkait 19 nama legislator Sulsel yang belum melaporkan LHKPN, Tri Budi enggan membeberkannya. “Kami hanya membuka informasi bahwa masih ada 19 19 orang anggota DPRD yang belum lapor LHKPN,” pungkas Tri.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari belum mengetahui siapa-siapa saja yang belum melaporkan LHKPN. “Kita cek dulu, setelah itu baru kita sampaikan siapa anggota dewan belum melaporkan LHKPN,” katanya.

Menurutnya, hal ini menjadi perhatian baginya sebagai pimpinan DPRD Sulsel, setelah Koordinator Tim monitoring dan evaluasi (Monev) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) dan Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan jika masih ada anggota DPRD belum melaporkan LHKPN-nya.