oleh

Lankoras-Ham Apresiasi Kejari Takalar Ungkap Kasus Korupsi Rp1,2 M

Editor :any Ramadhani , Penulis : Ady-Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) Sulawesi Selatan mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar dalam mengungkap kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan, pengadaan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar tahun anggaran 2018 dengan kerugian negara sekitar Rp1,2 miliar.

“Kasus dugaan korupsi pada proyek AMDK di PDAM Takalar dengan pagu anggaran Rp1,2 miliar diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp1,2 miliar,” kata Ketua Lankoras-Ham Sulawesi Selatan Mukhawas Rasyid, Rabu 7 April 2021.

Dia mengatakan pihaknya mengapresiasi Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Takalar yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus Suwarni Wahab, SH, MH karena telah mentersangkakan dan langsung melakukan penahanan terhadap rekanan proyek AMDK dan Direktur PDAM Takalar.

Menurut Mukhawas, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang bukan hanya merugikan uang negara, tetapi dapat berdampak pada seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, korupsi juga merupakan kejahatan yang merampas hak rakyat untuk menikmati pembangunan dan pelayanan publik.

“Saya berharap agar Kejari Takalar dapat mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya dan mengusut semua yang terlibat korupsi pada proyek AMDK di PDAM Takalar khususnya para Badan Pengawan (BP),” ujar Mukhawas.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Takalar Salahuddin, SH, MH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Suwarni Wahab, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka korupsi berinisial T selaku rekanan dan J selaku Direktur PDAM.

“Saat ini para tersangka sementara ditahan di sel tahanan Polres Takalar,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Takalar Salahuddin melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Suwarni Wahab saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (7/4/2021).

Suwarni Wahab menambahkan, kasus-kasus korupsi seperti ini memberikan dampak buruk pada negara. Untuk itu masyarakat juga harus proaktif ikut mengawasinya.

“Kami berharap agar ke depan Kejari Takalar senantiasa dapat menjaga integritas dan terus berupaya dalam rangka pemberantasan korupsi di Takalar,” katanya. (*)