oleh

Komunitas Anak Rakyat Support Danny Nonaktifkan RT/RW dan LPM

Editor :Ridwan Lallo-Megapolitan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Wali Kota Makassar, Danny Pomanto memutuskan untuk menonaktifkan ketua RT/RW dan LPM. Sebagai gantinya, ia akan menunjuk Pelaksana tugas (Plt) Ketua RT/RW.

Kebijakan Danny menonaktifkan RT/RW dan LPM mendapat dukungan dari Komunitas Anak Rakyat.

Ketua Komunitas Anak Rakyat, Sukarno Lallo mengatakan, kebijakan itu sangat tepat mengingat normalisasi pelayanan warga ditingkat RW/RT pasca Pilwali. “Kami support apa yang menjadi keputusan pak Wali,” ujar Sulo–sapaan akrabnya.

Sulo mengatakan, penonaktifan RT/RW dan penunjukkan Plt, adalah hal wajar-wajar demi mendukung program walikota kedepannya. “Kami berharap kepada seluruh RT/RW agar siap menerima dan tidak panik, kalau selama ini kinerjanya bagus pada masyarakat tentu Wali Kota Makassar punya pertimbangan lain tanpa harus memihak,” jelasnya.

Sebelumnya, Danny menegaskan memberhentikan seluruh Ketua RT/RW akan dilakukan pekan depan melalui surat keputusan (SK) wali kota.

“Semua RT RW mulai minggu depan saya kasih hold lagi semua. Mulai dari nol. Baru kita mulai bikin Plt. LPM, sama. Kita akan mereset secara bersamaan semua itu,” tutur Danny.

Ia mengungkapkan, peran RT dan RW sangat penting dalam mengawal program pemerintah yang langsung menyasar warga. Terutama dalam mengkoordinasikan kegiatan Makassar Recover.

Ia menjelaskan, pergantian secara total dilakukan agar terjadi sinergi yang kuat sehingga kegiatan bisa berjalan. Sejauh ini, peran RT dan RW sudah saatnya mendapatkan penyegaran. Apalagi setelah dievaluasi posisinya tak mampu menopang kinerja pemerintahan. Banyak juga yang terlibat politik praktis.

Keputusan untuk menonaktifkan RT/RW disebut Danny karena sejumlah RT/RW, termasuk lurah, masih ada yang terpengaruh efek Pilkada 2020 hingga tak mengindahkan program pemerintah, seperti Makassar Recover.

“Kenyataannya sekarang, banyak lurah dan hampir seluruh lurah, tidak mau mensukseskan Makassar Recover. Bahkan lurah ini menghasut RT RW untuk menggagalkan ini. Jadi saya tidak akan pernah tinggal diam. Maka, lebih baik kita riset,” sambungnya.

Sehingga, Danny memandang perlu adanya resetting pemerintahan hingga ke tingkat bawah. Resetting ini, kata dia, ibarat memperbaiki HP yang rusak atau hang.

“Kalau ada HP hang, kita kasih hidup, hang lagi, kita matikan, kita kasih keluar baterainya, ini namanya resetting. Di dalamnya ada restarting. Kalau sudah do restart terus tetap hang, dilempar saja,” jelasnya. (*)