oleh

PJU Diputus, DPRD Panggil PLN dan Pemda Takalar

Editor :admin 1 , Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO– Diputusnya aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Takalar oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Takalar. Sehingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar dari Komisi III memanggil Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Takalar, Agus Wahyu dan pihak Pemda Takalar yang dihadiri oleh Kabid Anggaran, Harianto dan Kepala Bagian umum, Hj. Nijrah, diruang Komisi II DPRD Takalar, senin (05/04/2021).

“Pemanggilan ini bertujuan untuk dilakukan Rapat Kerja (Raker) dengan pihak terkait, untuk mencarikan solusinya supaya Penerangan Lampu Jalan (PJU) ini bisa kembali menyala,” Ucap Andi Noor Zaelan, anggota Komisi II DPRD Takalar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Takalar, kamis (05/04/2021).

Andi Noor Zaelan juga menyampaikan bahwa PLN Takalar mencabut aliran listrik PJU se Kabupaten Takalar lantaran Pemda Takalar menunggak pembayaran listrik penerangan Jalan umum (PJU) untuk bulan maret sebesar Rp.600 ratus juta lebih.

Ini sebabkan, karena Pemda Takalar hanya anggarkan di tahun 2021 sebesar Rp.1 milyar lebih. Dan itu hanya pembayaran bulan januari dan februari. Seharusnya Pemda Takalar alokasikan anggaran untuk pembayaran selama satu tahun, karena masyarakat setiap bulan dipunguti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 10%, tandasnya Andi Noor Zaelan.

“Harusnya Pemda Takalar membayar PJU itu dengan menggunakan PPJ. Jangan gunakan PPJ itu dengan kegiatan lain. Pastinya, saya berharap kepada PLN dan Pemda Takalar untuk bisa bicarakan dengan baik dan mencarikan solusinya sehingga PJU ini bisa kembali menyala,” harap Noor Zaelan.

Noor Zaelan menambahkan, tak ada alasan Pemda Takalar tidak membayar tunggakannya, karena sangat jelas di MoU antara PLN dan Pemerintah. Ini bertujuan untuk perjanjian kerjasama untuk menjamin kelancaranan penerimaan, pelunasan rekening listrik pemda Takalar.

“Insyaallah hari rabu (07/04/2021), Kami di DPRD akan memanggil Sekda Takalar. Karena rapat hari ini di Skorsing,” sebab belum ada titik temu antara PLN dengan Pemda Takalar.

Sementara Manager PLN Takalar, Agus Wahyu berharap kepada Pemda untuk bisa secepatnya menyelesaikan semua tunggakannya, sehingga PJU bisa kembali dinyalakan.

“Pastinya, apabila Pemda Takalar selaku konsumen tidak membayar tunggakannya, maka kami juga di PLN tak bisa menyalakan PJU tersebut,” tegas Agus Wahyu.

Sedangkan Kepala Bidang Anggaran Pemda Takalar, Harianto
berjanji akan menyampaikan ke Sekda Takalar selaku pimpinannya mengenai dengan tunggakan pembayaran PJU itu, karena sudah tidak ada lagi anggarannya, ujarnya.