oleh

Jadi Ikon Wisata Religi, Masjid Terapung Diproyeksi Dorong Peningkatan Perekonomian di Parepare

Editor :Niar-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL – Dana Insentif Daerah (DID) sebagai reward yang diterima Pemerintah Kota Parepare atas inovasi pelayanan publik yang masuk 12 terbaik nasional dan akan mewakili Indonesia di ajang internasional United Nations Public Service Awards (UNPSA) Tahun 2021 dialokasikan untuk membangun masjid terapung.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe mengatakan, selain sebagai upaya dalam menyelaraskan identitas kota Parepare sebagai kota santri dan ulama, masjid ini juga menambah spot wisata bergenre religi yang akan menjadi magnet Parepare sebagai kota tujuan dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

“DID Rp55 miliar ini akan saya alokasikan sebagai spot masjid terapung senilai Rp30 miliar. Masjid ini nantinya akan menjulang 80 meter ke laut. Insya Allah termegah di Sulsel. Dan pasti menjadikan Parepare semakin kuat sebagai Kota Santri, Kota Ulama, Kota Religius,”ungkap Taufan, belum lama ini.

Kehadiran berbagai ikon kota lanjut Taufan, tidak hanya menjadi sumber ekonomi baru, tetapi dengan hadirnya masjid terapung ini akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Parepare karena diproyeksi sebagai masjid termegah di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Bapak Walikota kita membangun masjid terapung tidak menggunakan APBD, tetapi murni dana insentif daerah yang diperoleh dari reward yang diterima berkat kerja keras beliau mendorong inovasi pelayanan publik di Parepare.

“Kenapa harus masjid padahal di Parepare sudah banyak masjid, jawabannya ini adalah masjid termegah di Sulsel, dan akan menjadi spot wisata religi sebagai identitas kota santri dan ulama yang akan memberi dampak positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Parepare,” Amarun Agung Hamka, Kepala Dinas Kominfo Parepare, Jumat, (2/4/2021).

Hamka, sapaan karib mantan Kabag Humas dan Protokoler Setdako Parepare ini juga meluruskan adanya permintaan agar anggaran itu dialokasikan untuk warga yang terdampak Covid-19.

“Terkait sorotan bahwa anggaran itu harus dialokasikan kepada warga yang terkena dampak Covid-19, Bapak Walikota sangat intens dan memberikan perhatian besar. Kebijakan pemberian bantuan sosial, berupa beras peduli, sembako, dan peralatan usaha serta bantuan untuk lansia yang disalurkan secara berkala bukti bahwa Pemerintah tidak mengesampingkan hal itu. Upaya pemulihan ekonomi juga genjot dilakukan beliau dengan mencanangkan 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi dengan menekankan semua SKPD saling terintegrasi. Bantuan-bantuan Covid-19 kita salurkan tidak hanya bersumber dari pemerintah kota, ada juga dari Provinsi Sulsel, dan pemerintah pusat,” detail Hamka. (*)