oleh

Pelaku Bom Bunuh Diri Ternyata Suami Istri, Baru Enam Bulan Menikah

Editor :any Ramadhani , Penulis : Suryadi-Hukum-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pelaku pengebom Gereja Katedral, Makassar berhasil diketahui. Pelaku merupakan suami istri, lelaki berinisial L dan istrinya berinisial YSR.

Pria dan wanita terduga pelaku bom bunuh diri ternyata merupakan suami istri. keduanya baru menikah enam bulan lalu. “Betul pelaku pasangan suami istri baru menikah enam bulan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Senin (29/3/2021).

Rumah pelaku bom bunuh diri berinisial L yang ditinggali bersama istrinya berada di Jalan Tinumbu I Lr 132A, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan.

Lokasi itu kemudian digeledah Densus 88, Senin (29/3). Ada dua titik pengeledahan dilakukan aparat bersenjata lengkap. Satu di rumah indekos pelaku RT/RW 003/001 nomor 15, kemudian dilanjutkan di kediaman orang tua pelaku yang berjarak 50 meter dari rumah indekos bersangkutan.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku rupanya dipengaruhi oleh empat orang. Empat orang itu berinisial AS, SAS, MR, dan AA. Empat sekawan ini sudah ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Bekasi, Jawa Barat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan, empat orang tersebut punya peran yakni mempengaruhi L dan YSR, untuk melakukan bom bunuh diri di gereja tersebut saat para jemaat hendak melakukan ibadah.

“Perannya sama–sama dengan L dan YSR. Mereka dalam satu kelompok kajian di Villa Mutiara, yang kasih doktrin dan persiapan jihad dan berperan membeli bahan alat peledak bom bunuh diri,” kata Jenderal Listyo, di Mapolda Sulsel, Senin (29/3/2021).

Selain menangkap empat orang tersebut di Bekasi, Tim Densus 88 juga menemukan lima buah bom yang masih aktif. “Kita temukan lima bom aktif jenis bom sumbu, lima toples besar berisi aseton, dan lainnya. Bahan ini akan diolah jadi peledak dengan jumlah empat kilogram,” kata Jenderal Listyo.

“Juga ditemukan bahan peledak. Jadi jumlah satu setengah kilo. Mereka diamankan dan perannya ada beli bahan dan mengajarkan. Kami masih terus lakukan pengembangan,” sambung mantan Kabareskrim Mabes Polri ini.
Dari semua yang ditangkap, mereka adalah kelompok yang tergabung dalam Jemaah Asharut Daurah (JAD) Sulsel, dan pernah terlibat dalam operasi di Dolo, Filiphina pada tahun 2012 silam.

Termasuk dua terduga pelaku yang melakukan aksi bom bunuh diri yang berinisial LL dan istrinya berinisial YSR di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, pada Minggu pagi (28/3/2021) kemarin. “Kami terus kembangkan. Semoga semua tertangkap,” tegas Jenderal polisi empat bintang ini.

Pelaku Tulis Surat Wasiat

Lelaki berinisial L sebelum aksi mengerikannya itu dilakukan, lebih dulu berwasiat kepada orang tuanya. Semua itu L lakukan untuk agama Islam.

“L sempat tinggalkan wasiat kepada orang tua. Isinya, yang bersangkutan pamit siap untuk mati syahid,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Wasiat itu disampaikan langsung oleh orang tua L, kepada polisi yang melakukan pendalaman pasca peristiwa mengerikan itu terjadi kemarin.

Setelah wasiatnya itu sampai, L bersama dengan istrinya itu, pun mulai beraksi. Pasangan sehidup semati ini pun mempersiapkan diri mereka, demi melakukan bom bunuh diri di gereja yang terletak di jantung Kota Makassar tersebut.

Hingga pada sekitar pukul 10.00 WITA, keduanya pun tiba di pelataran gereja itu dengan menggunakan sepeda motor jenis metik dengan nomor polisi DD 5948 MD.

Setibanya di sana, mereka sempat dicegat oleh petugas satpam Gereja. Namun pada saat itu juga, bom yang sudah melekat di tubuh mereka meledak dan membuat suasana luar gereja dan sekitarnya menjadi mencekam.

Potongan tubuh L dan YSR berserakan di mana-mana. Bahkan kepala L pun ditemukan di atas atap sebuah bangunan kecil, yang berada di samping gereja tersebut. Motor mereka juga terbakar di lokasi.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, Densus 88 hingga kini masih terus melakukan pencarian anggota yang diduga terlibat jaringan kelompok teror JAD yang bertanggung jawab dalam insiden ledakan bom bunuh diri tersebut.

“Apakah ada pihak pihak lain yang membantu atau seperti apa, ini kita masih telusuri tentunya hal tersebut juga kita tidak bisa beberkan,” ujarnya. (*)