oleh

Penggiat Film Harapkan Ruang Berespresi ditengah Pandemi

Editor :admin 1 , Penulis : Hikma-Berita, Film, Hiburan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Industri hiburan dimasa pandemi mau tak mau harus telungkup. Ini berlaku hampir di semua lini, tak terkecuali di industri perfilman lokal Sulsel.

Minimnya ruang berespresi dinilai membawa industri film lokal Makassar ‘mati suri’. Padahal, sebelum pandemi menyeruak di Indonesia, industri film Sulsel bak primadona, diacungi jempol dimana-mana.

Tidak hanya kekurangan ruang berespresi, hadirnya pandemi dinilai salah satu pelakon film Makassar, Fitriana menjadikan para penggiat peran harus ekstra hati hati.

Salah satu pemain film Menembus batas ini mengungkapkan, saat ini bukan hanya bagaimana bermain peran dengan baik, namun juga bagaimana harus aman dari kemungkinan terpapar covid.

“Dimasa covid ini kita harus serba hati hati, apalagi saat bermain peran, kita harus berinteraksi dengan banyak orang,” ujar fitri yang juga merupakan ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Barru”, Senin (29/03/2021).

Meski demikian, dirinya mengaku tak gentar dan tetap menerima tawaran film yang menghampirinya, “Ini menjadi bentuk support saya kepada dunia film.

Saya tetap menerima jika ada tawaran, saat ini saya sedang terlibat dengan salah satu film garapan anak Maros, karena bagi saya bermain film membawa kesenangan tersendiri,” lanjut Ibu empat anak yang hobby bernyanyi ini.

Fitri berharap, ke depan industri film semakin tumbuh, tentu dengan support pemerintah misalnya dengan hadirnya pelonggaran jam malam. Karena menurut Fitri film adalalah salah satu sektor ekonomi yang besar kontribusinya terhadap perekonomian.

“Saat ini perfilman sedang mati suri, padahal kita sebagai penggiat film sangat ingin berkembang, industri film Sulselpun sebelum pandemi maju pesat, kita berharap ada ruang bagi anak anak makassar untuk kembali menggiatkan film,” harapnya.