oleh

Andi Amran Sulaiman Mutiara Baru dari Timur

Editor :any Ramadhani , Penulis : Suryadi-HL, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tokoh asal Sulawesi Selatan, Andi Amran Sulaiman (AAS) bersinar lagi. Bak mutiara dari timur, Menteri Pertanian di era Jokowi-JK ini digadang-gadang maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Banyak kalangan menyebutkan jika AAS bisa menjadi The Next JK. Bahkan kakak kandung Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ini dinilai memiliki peluang besar sebagai tokoh representatif dari kawasan timur Indonesia untuk berpaket dengan siapa saja di Pilpres.

Pakar politik Unhas Makassar, Tasrifin Tahara menilai Andi Amran Sulaiman merupakan figur yang mumpuni sebagai pemimpin dalam konteks nasional di masa kini dan akan datang.

“Ada beberapa argumen mengapa beliau (AAS) sangat mumpuni sebagai figur pemimpin dalam kerangka kebangsaan yang mengakumulasi sejumlah capital dalam pertarungan Pilpres nanti,” ujarnya, Senin (22/3/2021).

Pertama, kata dia, Capital politik AAS memiliki pengalaman sebagai Menteri Pertanian yang punya keberhasilan fantastis di bidang swasembada pangan sehinggi cukup berhasil sebagai seorang pemimpin.

“Tambahan pula, selama ini Andi Amran Sulaiman menjaga hubungan yang baik dengan sejumlah partai politik sebagai pintu masuk pada arena kontetasi politik,” tuturnya.

Lanjut dosen Antropolog Universitas Hasanuddin itu, kedua, AAS memiliki capital ekonomi sebagai modal utama dalam arena politik. Dimana AAS pengusaha sukses dalam bidang perkebunan dan industri tambang yang usahanya tersebar di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya untuk kepentingan sendiri, tapi AAS sudah sangat berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi dan memajukan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Terakhi kata dia, yang ketiga, AAS punya cultural capital yang merepresentasikan figur terbaik di Kawasan Timur Indonesia. Karena terlahir dari keturunan bangsawan Bugis sebuah etnis yang besar dan berdiaspora di seluruh nusantara bahkan di luar negeri seperti Malaysia.

“Sisi kulturalnya sebagai bangsawan Bugis selalu mengayomi seluruh lapisan masyarakat dan tindakan keseharian mengedapankan nilai-nilai utama Bugis seperti integritas, kejujuran dan keberanian dalam memimpin,” pungkasnya.

Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr. Nurmal Idrus, menilai sosok AAS punya kapasitas untuk maju di Pilpres 2024. Dia punya salah satu faktor terpenting dalam bertarung yaitu kemampuan finansial.

“Menurut saya AAS punya kapasitas untuk maju di Pilpres. Dia punya salah satu faktor terpenting dalam bertarung yaitu kemampuan finansial,” ujarnya.

Mantan Ketua KPU Makassar itu berpandangan, kemampuan finansial ini bisa digunakan untuk menopang kampanyenya secara luas untuk mengejar ketertinggalan elektabilitasnya.

Maka mulai sekarang, Andi Amran harus membangun sebuah kaukus baru dari Indonesia Timur yang lebih membumi dan dibicarakan secara nasional.

“Sehingga dia (AAS) akan dilirik sebagi salah tokoh yang bisa digaet. Posisi cawapres menurut saya sangat mungkin dia raih,” jelasnya.

Lain hanya dengan pandangan Manager Strategi dan Operasional JSI, Nursandy Syam. Dia menilai sosok AAS belum menunjukkan dirinya maju bertarung di Pilpres 2024.

“Hingga hari ini, kita belum melihat sinyalemen kuat secara personal bahwa AAS akan maju bertarung di Pilpres. Meski demikian, sosok AAS merupakan figur potensial mewakili kawasan indonesia bagian timur,” katanya.

Dia menuturkan, AAS tak punya parpol bahkan tak berasal dari kader parpol. Ini kelemahan baginya namun jejaring politik yang dimilikinya semasa menjadi Menteri Pertanian bisa menjadi bekal politik baginya.

“AAS perlu membangun kekuatan elektoralnya jika ingin berkontestasi di Pilpres mendatang. Elektabilitasnya harus dibangun dan ditingkatkan jika ingin dilirik oleh parpol-parpol,” demikian saran Nursandi.

Bagi Andi Amran Sulaiman, masuk ke kancah politik apalagi tarung di Pilpres belum terbesit di benaknya saat ini. CEO Tiran Group itu hanya ingin fokus kelola bisnis dan berjuang dalam pembenahan ekonomi yang porak-poranda diterpa pandemi Covid-19.

“Saya fokus di bisnis. Bangsa ini lagi mengalami resesi ekonomi, belum sepenuhnya pulih. Saya fokus memperjuangkan ekonomi bagaimana caranya kita bisa bangkit,” tegas Amran.
Amran mengaku tengah mengelola 30 anak perusahaan yang bergerak di berbagai lini usaha yang didirikannya di bawah bendera Tiran Group.

okusnya tak ingin terbelah dengan runyamnya perpolitikan nasional. Ribuan tenaga kerja yang bekerja dengannya harus ia jaga dengan penuh tanggung jawab. Apalagi Amran telah berikrar tak ingin melakukan PHK.

“Saya punya 30 perusahaan, ribuan tenaga kerja. Ini harus dijaga dan dikawal dengan baik. Kalau saya tidak fokus, bisa bahaya saya punya karyawan. Karena saya sudah tekankan kepada seluruh direktur jangan sampai ada PHK. Saya tidak mau itu terjadi. Alhamdulillah selama Covid-19 ini kita tidak lakukan PHK. Perusahaan saya pun sampai hari ini aman-aman saja,” paparnya. (*)