oleh

Demokrat Sulsel Ancam Pecat Legislator Pembangkang, Jika Mendukung KLB

Editor :any Ramadhani , Penulis : Suryadi-Politik

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel mendukung langkah DPP Partai Demokrat yang melakukan pemecatan kepada kader pembangkang.

Kader pembangkang yang dimaksud adalah, mereka yang mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum.

Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah memberikan peringatan kepada seluruh kader dan terkhusus kader berstatus anggota dewan agar tidak main mata dengan mendukung KLB. “Sikap ini penting karena anggota DPRD (Fraksi Demokrat) adalah kader utama, jadi harus jelas sikapnya,” kata Ni’matullah, Selasa (2/3/2021).

Diketahui, sekitar 78 legislator Demokrat di 24 kabupaten/kota di Sulsel dan 10 anggota dewan di DPRD provinsi.
“Bagaimana seluru anggota DPRD ini fokus terharap kerja-kerja mereka sebagai wakil rakyat dan tidak mengurus KLB,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel itu memastikan tak sedikitpun akan berpaling dan meninggalkan dari barisan Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Ia juga menggaransi bahwa kader di Sulsel, harga mati untuk AHY karena Ketua Umum Partai Demokrat itu dianggap mampu membuktikan kepemimpinan yang baik.

“Sulsel sangat solid, termasuk DPD dan DPC dan fraksi. Hari ini teman-teman fraksi di DPRD Sulsel sudah menyatakan sikap setia bersama Ketum AHY,” kata Ulla.

Ulla juga memastikan bahwa seluruh elemen Demokrat di Sulsel tidak akan ada yang berani bermain-main dan berkhianat ke AHY. “Orang Sulsel itu pantang berkhianat, karena sekali dia lakukan itu maka akan disanksi seumur hidup sebagai penghianat. Belum tentu juga kalau dia keluar dari Partai Demokrat akan diterima di partai lain,” urai Ulla.

Dia pun sampai saat ini masih meyakini, kader Mercy di Sulsel bulat dukung AHY dan menolak meakukan KLB seperti yang diwacanakan Jhonny Allen Cs.

“99,9 persen saya haqqul yaqin teman-teman kadet utama Demokrat di Sulsel solid dan utuh bersama AHY. Kalaupun ada anggota fraksi yang mau coba main-main maka dia akan bunuh diri secara politik, dipecat dari partai dan juga tidak akan jadi anggota DPRD lagi,” tegas Ulla.

Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulsel Haidar Majid mengatakan, prinsip fraksi Demokrat DPRD Sulsel menyatakan mendukung langkah keputusan DPP untuk melakukan pemberhentian kepada anggota kader yang mendukung KLB.

“Ada beberapa hal yang ingin Fraksi Demokrat sampaikan, yakni kami sudah sepakat mendukung langkah DPP memecat kader pembangkang,” kata Haidar Majid, Selasa (2/3/2021).

Haidar menambahkan bahwa, saat ini Partai Demokrat sedang menjalankan beberapa agenda yang butuh support semua pihak, termasuk kesolidan kader.

“Kami di Sulsel saat ini sedang membantu pemerintah dan masyarakat melawan pandemi, dan juga bencana di beberapa daerah. Jadi jangan ganggi kerja-kerja kader dengan hal-hal tidak penting,” ujar Anggota Komisi E DPRD Sulsel itu.
Anggota Fraksi Demokrat lainnya, Selle KS Dalle menambahkan bahwa, sikap DPP yang secara cepat mengambil langkah tegas adalah sangat tepat.

“Syukurnya karena DPP cepat ambil sikap, sehingga kita berharap bahwa persoalan ini juga bisa cepat diselesaikan. Karena banyak hal penting yang saat ini sedang dialami bangsa kita butuh kebersamaan semua pihak,” ujar Ketua Komisi A DPRD Sulsel itu.

Andi Januar Jaury turut menjelaskan, bahwa saat ini Demokrat di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono aman-aman saja, tidak ada hal yang sangat mengganggu dalam menjalankan agenda Partai Demokrat. “Tidak ada hal yang mengganggu kami bersama Ketum AHY. Kami tegaskan bahwa Demokrat di Sulsel besar, kuat dan menyatu dalam membesarkan partai,” ujar dia.

Diketahui, Partai Demokrat memecat sejumlah kader karena terbukti mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Enam kader yang diberhentikan dengan tidak hormat yaitu Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya. (*)