oleh

Tender Proyek Terang Tanpa Fee

Editor :any Ramadhani-Berita, HL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Andi Sudirman Sulaiman (ASS) bertekad menghadirkan lelang proyek yang transparan dan fair setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel menggantikan Nurdin Abdullah (NA).
Sistem pengadaan barang dan jasa di Pemprov Sulsel akan dievaluasi, mengedepankan sistem tranparansi dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Hal itu dilakukan guna mencegah masuknya pengusaha-pengusaha titipan.

“Metode lelang tender proyek harus dilakukan fair dan transparansi. Pembangunan fisik, saya minta hati-hati. Jangan over membangun, sesuai kapasitas kita dan melihat prioritas untuk masyarakat,” ucap ASS, Senin (1/3).

Pada dasarnya, kata ASS, program yang akan dijalankan tidak jauh dari apa yang telah dikerjakannya bersama Nurdin Abdullah. Hanya saja, ia akan lebih berhati-hati dalam menentukan dan menjalankan program prioritasnya.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Sari Pudjiastuti mengatakan, untuk proses lelang pada dasarnya sudah ada mekanisme dan aturan tersendirinya. Hanya saja Plt Gubernur menginginkan adanya transparansi yang lebih bagus lagi.
Kedepannya, paket tender yang berproses di Sulsel akan ditampilkan di layar yang ditempatkan dititik-titik tertentu. Meskipun kata Sari semuanya sudah termuat atau tayang di LPSE.

“Beliau akan memasang semacam televisi yang menggambarkan proses-proswes lelang dan pengadaan yang berproses di Pemprov, walaupun itu semuanya bisa dilihat di LPSE,” ujar Sari kepada Rakyat Sulsel.

Yang penting sebenarnya menurut Sari ialah integritas. Sebaik apapun prosedurnya namun jika tidak punya integritas maka tetap akan ada celah untuk melakukan tindakan tidak terpuji.

“Bukan berarti di pengadaan ada masalah, tidak ada, karena yang diberitakan itu terkait bantuan keuangan. Itu kan bukan kita yang proses kalau bantuan keuangan, daerah langsung, bukan kami,” ulasnya.

Ia menambahkan, sebanyak 26 paket tender yang tayang di LPSE Sulsel, didominasi proyek jalan yang bersumber dari DAK.

Salah satu pengusaha di bidang kontraktor, Sutta berharap Sulsel terus mendorong terciptanya transparansi dalam penentuan rekanan. Pemerintah harus menentukan pemenang tender sesuai syarat.

“Kan ada syarat-sayaratnya yah, itu nanti akan dinilai masing-masing pendaftar bagaimana bobotnya, ada banyak yang diperhatikan itu termasuk kelengkapan alat dan lain-lain,” ucapnya via telepon.

Menurutnya, dalam pelelangan proyek acap kali terjadi kongkalikong, biasanya hal ini terjadi berdasarkan permintaan orang-orang tertentu atau disebut proyek titipan.

Hal ini menyebabkan terjadinya pengikisan persaingan antar pengusaha kontraktor. Daya saing secara otomatis akan menurun karena sudah ada pihak yang jelas akan memenangkan tender.

Meski baru sekali memenangkan tender proyek, ia mengaku prosedur yang ada saat ini sangat memudahkan para pendaftar lelang. Tidak ada kelengkapan yang menyulitkan para pengusaha, sisa pemutusaannya yang betul-betul tersaring sesuai kualifikasi.

“Sudah bagus kos, saya sebenarnya baru pertama kali masuk di Sulsel lebih banyak di kalimantan. Baru dapat proyek di Sulsel, sebelumnya tidak pernah lolos,” pungkasnya. (*)