oleh

Penanganan Dugaan Korupsi Pembangunan 10 IPAL di Polres Takalar Mandek

Editor :Lukman , Penulis : Supahrin-Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Penggiat Anti Korupsi dan Kriminal (Jangkar) Sulsel, Sahabuddin Alle menilai penanganan dugaan korupsi pembangunan 10 IPAL Kombinasi Komunal MCK di Kabupaten Takalar mandek di Polres Takalar.

Padahal pembangunan 10 IPAL dan MCK di Takalar itu anggarannya sebesar kurang lebih Rp4 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas PUPRPKP Takalar dan dikerjakan masing-masing Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Kasus tersebut diduga mandek, lantaran sudah setahun lamanya Polres Takalar melalui Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) melakukan penyelidikan, namun sampai sekarang kami belum mengetahui progres penanganan dugaan korupsi tersebut,” ungkap Sahabuddin Alle, saat ditemui di Warkop Poksa, Senin (01/03).

Awalnya kami sangat apresiasi kinerja Tipidkor Polres Takalar karena tahun lalu, dia sangat agresif melakukan penyelidikan. Dimana dia telah memanggil beberapa Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) selaku penanggungjawab pelaksana Pembangunan IPAL tersebut.

Bahkan, Kanit Tipidkor Polres Takalar, Ipda. Noviarif Kurniawan. S.Tr.K., MH begitu tegas menyampaikan kala itu, jika semua pihak yang terlibat akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi, termasuk juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Zumirrah, ST.

Menurut Sahabuddin Alle, seharusnya Kanit Tipidkor Polres Takalar menyampaikan ke publik hasil penyelidikannya, supaya tak ada dusta diantara kita. Padahal proyek ini, berdasarkan dengan investigasi kami dilapangan telah menemukan beberapa dugaan korupsi.

Seperti pembangunan yang diduga dikerja tak sesuai dengan RAB dan dimark-up anggarannya. Kemudian, semua Septic Tank yang digunakan tidak berstandar SNI. Pipanya sebagian pun tak berstandar SNI.

Lebih lanjut dibeberkan Sahabuddin Alle, harga Septic Tank diduga sarat dengan permainan oleh pihak pelaksana.

“Sebab harga di Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Rp170 juta untuk 5 Pondok Pesantren sementara dia belikan di Makassar diduga hanya Rp125 juta. Sedangkan 5 Desa tersebar di Galesong diduga IPAL-nya tidak menggunakan mesin dan Septic Tank diduga bukan SNI,” bebernya.

Selain dari pengadaan pengadaan Septic Tank dan Pipanya yang bukan SNI, pembangunan Ipalnya juga diduga dikerja tak sesuai dengan RAB.

Sementara Kanit Tipidkor Polres Takalar, Ipda. Noviarif Kurniawan. S.Tr.K., MH,. saat berusaha dikonfirmasi via pesan Whatsapp beberapa, sampai sekarang belum memberikan konfirmasi. (*)