oleh

Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua Golkar Makassar, Appi Komitmen Dulang Kejayaan Golkar di Pemilu 2024

Editor : Niar-Berita-

MAKASSAR, RAKSUL- CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin resmi tercatat sebagai pendaftar bakal calon Ketua DPD II Golkar Makassar.

Kader Golkar ini merupakan pendaftar pertama yang mengembalikan formulir kepada panitia musda, Selasa, (23/2/2021).

Mantan Calon Wali Kota Makassar ini
diterima oleh Sekretaris Panitia Pengarah Usman Sofyan, Ketua Panitia Pengarah Iswan S Utomo, dan Ketua Panitia Pelaksana Juniar Arge.

Sebagai kader Golkar sejak Agustus 2020 lalu, Munafri telah menyatakan komitmen dan tekadnya mendulang kembali kejayaan Golkar pada Pileg 2024 mendatang.

“Saya ingin membesarkan Golkar karena Golkar punya sejarah yang baik di Kota Makassar. Jika diberi amanah, saya ingin membawa Partai Golkar menjadi pemenang Pemilihan Legislatif 2024 di Kota Makassar,” optimis Appi, sapaan menantu pendiri Bosowa Corp Aksa Mahmud.

Menurut Appi, pada Pemilu 2019, Golkar di Makassar ditumbangkan oleh beberapa Partai, seperti NasDem, Demokrat, dan PDI Perjuangan yang meraih enam kursi. Selisih satu kursi dari partai berlambang pohon beringin itu. Itu pula sebabnya, Golkar harus digeser dari posisi sebagai Ketua DPRD Makassar.

“Golkar harus jadi partai pemenang pemilu di Kota Makassar. Saatnya kumpulkan elemen dan kekuatan Golkar fokus membawa Golkar jadi partai besar di Kota Makassar,” ulang Appi, menekankan.

Terpisah, Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe menguraikan jawaban atas pertanyaan sejumlah media terkait peluang pemberian restu untuk Appi.

“Terkait pencalonan pak Appi, apakah akan diberi diskresi nantinya,” ujar salah satu awak media.

“Jika pada kenyataanya pemilik suara menginginkan calon tertentu tapi ada kendala administrasi/syarat, maka jalan keluarnya harus ada persetujuan tertulis dari Ketua Umum DPP Golkar yang diusulkan oleh Ketua DPD 1,” jawab Taufan Pawe.

“Artinya, peluang diskresi itu tetap ada yah kanda…?,” wartawan kembali mencecar dengan pertanyaan penekanan.

“Akan kita liat nantinya, biarlah tahapan musda berjalan sesuai prosedural dinda,” jawab Taufan diplomatis. (*)