oleh

Ramai-ramai Masuk Gerbong Koalisi Adama

Editor : any Ramadhani, Penulis : Suryadi-HL, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejumlah partai politik (Parpol) memberi isyarat bergabung ke dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Pasangan dengan tagline Adama ini rencananya akan dilantik pada 25 Februari mendatang. Kebijakan pemerintahan Danny-Fatma akan dikawal oleh dua partai pengusungnya di DPRD Makassar, NasDem dan Gerindra.

Namun belakangan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Golkar yang pada Pilkada 2020 lalu berada di kubu Irman Yasin Limpo-Zunnun Nurdin Halid, perlahan menunjukkan sikap tegas siap mendukung pemerintahan Danny-Fatma.

Sementara PDIP yang menjagokan duet Syamsu Rizal-Fadli Ananda memberikan syarat sebelum bergabung ke dalam koalisi partai politik pendukung pemerintahan Danny-Fatma.

Ketua PDIP Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile mengaku siap mendukung program Danny-Fatma. Namun, dengan catatan program tersebut pro terhadap rakyat.

“Tentu PDIP mendukung jika program lebih kepada kepentingan rakyat, karena hal itu lebih penting ketimbang kepentingan politik. Maka kami PDI Perjuangan akan mendukung jika kebijakan DP-Fatma nanti pro rakyat,” kata Andi Suhada.

Kendati demikian, lanjut Suhada, PDI Perjuangan bakal menjadi mitra kritis pemerintah jika kebijakan yang diambil Danny-Fatma tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.

“Ketika kebijakan ada yang melenceng dari kepentingan rakyat kami akan mengambil sikap untuk mengkritisi kebijakan tersebut,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini.

Ketua DPD PKS Kota Makassar, Anwar Faruq mengatakan, PKS akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat jika bergabung dengan koalisi pemerintah. “Kami meyakini jika bergabung dengan pemerintahan yang sah akan lebih banyak manfaatnya bagi masyarakat,” ucap Anwar Faruq.

Ia menambahkan, PKS memiliki 5 kursi di parlemen, Anwar percaya Danny dan PKS akan saling membutuhkan pada pemerintahan nantinya. Olehnya, komunikasi akan segera ia bangun dengan Danny.

“Kalau komunikasi belum, nanti selesai dilantik. PKS punya 5 kursi (DPRD), pak Danny butuhkan kami, kami butuhkan pak Danny,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Wahab Tahir menegaskan, dari awal sikap politik Golkar jelas, jika atas nama kepentingan rakyat, kenapa tidak mendukung. Menurutnya, tidak ada pemerintahan yang tidak melayani rakyat.

Golkar akan mendorong pemerintahan Danny-Fatma bisa bekerja maksimal serta semua proses politik berjalan baik. “Sekali lagi dalam teori Golkar membangun komunikasi politik, tidak ada yang buntu, semua cair. Kita ucapkan selamat bekerja untuk Danny-Fatma. Kita akan dukung dan semoga semua programnya atas nama kepentingan rakyat. Insya Allah kita dukung,” tegas Wahab.

Terpisah, Politisi NasDem, Irwan Djafar menegaskan akan bersikap terbuka terhadap partai non pengusung Danny-Fatma yang punya itikad bergabung dengan gerbong koalisi. Pihaknya tidak mungkin mengucilkan partai lain yang bukan pengusung lalu punya itikad baik untuk mendukung pemerintahan Danny-Fatma.

“Pada dasarnya kita ingin pemerintahan yang kuat. Jadi tidak ada alasan kita menutup pintu sinergi dengan partai yang bukan pengusung. Kita sangat terbuka soal itu. Pemerintah itu kan eksekutif dan legislatif, sehingga sinergi itu perlu dibangun,” ucap Legislator Makassar itu, Minggu (21/2/2021).

Kondusifitas pemerintahan Danny-Fatma adalah yang utama demi hadirnya pelayanan terbaik untuk warga Makassar. Irwan tak ingin terjadi kegaduhan dan perseteruan antara eksekutif dan legislatif. Karena hal itu tentu merugikan masyarakat.

“Berharap teman-teman di DPRD bisa bersinergi, kalau ada program yang baik mari kita dukung, sebaliknya jika ada kebijakan yang tidak sesuai regulasi mari kita tolak. Kami akan tetap mengkritik jika ada kebijakan yang melukai perasaan masyarakat. Kita akan gunakan fungsi-fungsi pengawasan. Kita akan mengingatkan jika ada yang keliru,” tutur Irwan.

Senada dengan NasDem, Partai Gerindra juga berharap terbangun sinergitas yang baik antara eksekutif dan legislatif. Kebijakan Danny-Fatma akan berjalan baik jika adanya dukungan dari legislatif.

“Setelah Danny-Fatma dilantik, kami akan melakukan pembicaraan terhadap partai yang bukan pengusung. Kalau baik untuk rakyat kenapa tidak?” kata Anggota Fraksi Gerindra DPRD Makassar, Kasrudi.

Sementara itu, Wali Kota Makassar terpilih, Danny Pomanto menyambut baik dukungan parpol demi jalannya pemerintahan ke depan. “Kan kontestasi Pilwali sudah selesai, kini saatnya sama-sama membangun Kota Makassar. Saya mengajak seluruh pihak untuk mendukungnya, khususnya untuk kemajuan kota daeng ini,” ucap Danny.

Terkait pelantikan, sejumlah persiapan telah dilakukan. Salah satunya, persiapan pakaian yang bakal dikenakannya saat pelantikan. Danny mengaku sudah melakukan pengukuran baju. Kendati demikian, Danny juga menyiapkan baju lama. “Ukur baju sudah. Ada ji juga baju lama,” kata Danny.

Danny menanggapi dengan bijak jika pelantikan dirinya akan dilakukan secara virtual. Dia memahami hal itu dilakukan dan telah dipastikan. Menyusul masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Tidak apa-apa dilantik secara virtual,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait dengan masa transisi yang akan dilaluinya, dia mengaku sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Makassar. Pertemuan membahas persiapan pelantikan. “Sudah datang dari pemkot bahas persiapan pelantikan,” tutupnya.

Pengamat Politik Unibos Makassar, Arief Wicaksono menilai, dalam pemerintahan eksekutif membutuhkan sokongan legislatif melalui partai karena kebijakan dilakukan eksekutif atas persetujuan parpol. “Maka perlu komunikasi untuk memperkuat pemerintahan. Sokongan parpol di dewan memang perlu,” katanya.

Dia menilai bahwa saat ini adalah masa transisi pengalihan di Pemkot Makassar. Maka sudah tentu Danny-Fatma merangkul parpol koalisi maupun non koalisi agar kebijakan dilakukan mendapat persetujuan.

“Kita tau kemarin tak ada APBD perubahan di Pemkot, maka untuk kedepan melancarkan kebiajakn program sesuai visi-misi Danny-Fatma maka harus bekerjasama semua pihak yakni parpol di dewan,” demikian Arief. (*)