oleh

Musda Golkar Makassar Rasa Pilgub

Editor : any Ramadhani, Penulis : Suryadi-Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Makassar makin dinamis. Setidaknya, akan ada tiga faksi yang memungkinkan muncul menggantikan Farouk M Betta sebagai nakhoda beringin.

Masing-masing kubu Nurdin Halid (NH), Erwin Aksa (EA) dan tentunya kubu Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe. Ketiga tokoh politik ini disebut-sebut menjadi figur yang akan maju di Pilgub Sulsel mendatang.

Dari kubu Nurdin Halid, ada nama Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Nurhaldin NH. Kubu Erwin Aksa diwakili mantan calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi.

Keduanya bahkan telah mengambil formulir pendaftaran, Minggu 21 Februari 2021 di Sekretariat DPD II Golkar Makassar, Jalan Lasinrang.

Appi menjadi kandidat yang pertama mengambil formulir pendaftaran. Appi datang diwakili Liaison Officer (LO)-nya Faturrahman pukul 11.00 WITA. Kemudian Nurhaldin Halid tiba pukul 12.30 WITA untuk mengambil formulir pendaftaran. Ia datang langsung tanpa diwakili tim.

Kedatangan keduanya diterima langsung Plt Sekertaris Golkar Makassar, Andi Mallombasi Hamka, Bendahara Kasman Jaya, Dewan Pengarah Musda Golkar Makassar Usman Sofian dan Ketua SC Musda X DPD II Golkar Makasar, Iswan S Utomo.

“Jadi tadi Pak Appi diwakili oleh LO-nya dengan membawa surat kuasa. Dan kita terima sebagai pendaftar pertama. Nurhaldin bacalon kedua ambil formulir,” kata Usman Sofian.

Iswan menambahkan, berdasarkan informasi panitia, Senin (hari ini), calon yang akan mengambil formulir yakni Plt Ketua DPD II Golkar Makassar, Irianto Ahmad. “Besok (hari ini) mungkin Pak Irianto Ahmad,” kata Iswan.
Irianto Ahmad menjadi salah satu kandidat kuat. Ia adalah pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Makassar saat ini, dan disebut-sebut dekat dengan Taufan Pawe.

Iswan berharap, siapapun yang terpilih hasil Musda nanti dapat membesarkan Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang. Pengambilan formulir dibuka selama tiga hari, 20 hingga 22 Februari 2021. Pengambilan formulir dilakukan di Kantor DPD II Partai Golkar Makassar, Jl Lasinrang, Kota Makassar.

Selanjutnya tahapan pengembalian formalir dibuka tiga hari, 21-23 Februari 2021. Bacalon yang mendaftar wajib menyertakan dukungan 30 persen pemilik suara dalam bentuk administrasi. Sementara verifikasi berkas dilakukan pada 23 sampai 24 Februari 2021.

“Kita lakukan penetapan dan pengumuman penetapan bakal calon pada 24 Februari 2021,” kata Ketua Panitia Pengarah, Iswan S Utomo.

Nurhaldin membenarkan jika dirinya telah mengambil formulir pendaftaran untuk maju di Musda Golkar Makassar. “Sudah ambil formulir. Karena diperintahkan oleh partai maju yah kita maju,” singkat Nurhaldin.

Sebelumnya, Irianto Ahmad membeberkan keinginannya untuk maju bertarung di Musda Golkar Makassar, adalah untuk mengembalikan kejayaan partainya di Kota Makassar.

Terlebih, kata dia, Makassar ini adalah epicentrum perpolitikan di Sulawesi Selatan.

“Niat maju pasti ada, siapa yang tidak mau. Ini Makassar, tapikan nanti dilihat kalau sudah buka pendaftarannya,” akunya.

Irianto mengatakan, dirinya terlebih dahulu ingin fokus menyelesaikan persiapan Musda. Setelah semuanya berjalan, baru akan melihat peluang untuk maju. “Kita fokus dulu, baru kita lihat peluang, siapa dukung kita, itu dulu,” cetus dia.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menilai Musda Golkar Makassar akan seru ketimbang daerah lain.

“Jika melihat beberapa nama yang maju di Musda Golkar Makassar bulan ini. Tentu melihat siapa tokoh dibelakang. Misalnya Appi maju ada tokoh EA dibelakang, Nurhaldin masih identik dengan nama belakang pak NH. Dan pak Irianto Plt Golkar karena ditunjuk pak TP,” kata Luhur.

Hanya saja, dia tidak ingin memprediksi siapa yang kelak menjadi suksesor Farouk M Betta. “Soal peluang saya kira belum bisa diprediksi. Karena yang maju ini akan memperebutkan suara basis di pimcam. Dan syarat mutlak juga ada namanya diskresi DPP,” jelasnya.

Juru bicara Nurdin Halid (NH), Muh Risman Pasigai (MRP) membantah, pelaksanaan Musda Golkar Makassar kali ini bahkan dicitrakan sebagai ajang pertarungan Nurdin Halid dan Taufan Pawe.

MRP menegaskan, bahwa pelaksanaan Musda Golkar Makassar sama sekali tidak ada hubungannya dengan Nurdin Halid yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum di DPP.

“Apalagi sampai mengait-ngaitkan jika perebutan pucuk pimpinan Golkar Makassar menjadi panggung pertarungan kubu NH dan TP,” tegas Risman dalam beberapa waktu lalu.

Perhelatan perebutan kursi menjadi orang nomor satu di Golkar Makassar kian dekat. Pelaksanaannya rencana digelar akhir Februari bulan ini. Meski keberadaan Andi Nurhaldin akan maju.

“Saya tegaskan, bahwa semua tidak ada hubungannya dengan NH. Baik rencana pelaksanaan musda hingga munculnya nama Andi Nurhaldin,” tegas Risman. (*)