oleh

Bantuan Modal Usaha Bupati Bantaeng Terbukti Tekan Angka Pengangguran Sampai Tingkat Dusun

Editor :Muhammad Alief , Penulis : Jejeth-Bantaeng, Daerah, Ekonomi & Bisnis

BANTAENG, RAKYATSULSEL.CO – Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin memantau progres perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mendapat bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW. Dari pemantauan itu, sejumlah UMKM yang didatangi telah mempekerjakan tiga hingga sembilan orang di dusun.

Salas satu yang dikunjungi adalah usaha meubel yang dikelola anak muda di Kelurahan Bonto Manai, Kecamatan Bissappu. Pengelolanya adalah Aswin Akbar. Dia membuat meubel yang menarik untuk kebutuhan kafe atau furniture lainnya.

Aswin mempekerjakan lima orang tenaga kerja. Mereka adalah anak muda yang tergabung dalam karang taruna. Bantuan modal usaha yang diberikan Pemkab Bantaeng dia gunakan untuk membeli peralatan. Berkat peralatan itu, dia bisa memproduksi lebih banyak furniture untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Setelah ada peralatan ini, kita bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kita juga telah menambah tenaga kerja,” jelas Aswin.

Beberapa UMKM lainnya juga dikunjungi oleh Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin. Beberapa di antaranya adalah usaha loundry dan butik di Kecamatan Bissappu.

Para pemilik usaha ini mengaku mendapatkan keuntungan yang berlebih setelah mendapatkan bantuan modal usaha. Mereka mengaku ikut menambah tenaga kerja yang berasal dari tetangga-tetangga mereka.

Selain itu, Ilham Azikin juga mendatangi sebuah pabrik meubel milik Jufri di Kecamatan Bissappu. Di sini, Jufri mengaku telah mempekerjakan lebih dari sembilan tenaga kerja. Sebagian besar di antaranya adalah tenaga kerja yang putus sekolah.

“Kita memang mencari tenaga kerja yang tidak paham apapun, yang mau belajar,” jelas dia.

Dia menambahkan, bantuan modal usaha dari Pemkab Bantaeng digunakan untuk membeli peralatan untuk memudahkan penyelesaian pesanan pasar. Menurutnya, sebagian besar pasar meubel yang dipesan berasal dari sekolah yang ada di Bantaeng.

“Kebanyakan pesanan datang dari sekolah. Ada yang di SMP, ada juga yang di SD,” jelas dia.

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengaku sejauh ini UKM yang telah mendapat bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW telah merekrut tenaga kerja. Sebagian besar tenaga kerja berasal dari tetangga di sekitar mereka.

“Ini adalah sebuah kemajuan, di masa pandemi ini, mereka tetap memiliki pekerjaan dan produktif berkat keberadaan UMKM ini,” jelas dia.

Ilham Syah Azikin mengaku terus berupaya untuk mencari solusi atas masalah dari UKM yang muncul. Dia menyebut, pemerintah akan berusaha hadir untuk menyelesaikan masalah itu agar usaha itu tetap sehat.

“Misalnya, ada yang membutuhkan pelatihan pertukangan. Kita carikan solusi untuk membuat pelatihan melalui BLK. Kita juga berusaha untuk membuat jejaring pasar dan promosi untuk produksi mereka,” jelas dia.

Sementara itu, pada Kamis 12 Maret 2020 lalu, Badan Pusat Statistis (BPS) menyebutkan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mencapai 10,75 persen pada 2019.

“Angka ini meningkat menjadi dua digit dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin-Sahabuddin,” kata Kepala BPS Bantaeng Ir Arifin saat menggelar keterangan pers di kantor Bupati Bantaeng.

Menurut dia, laju pertumbuhan ekonomi Bantaeng pada 2017 mencapai 7,32 persen, sedang 8,07 persen pada 2018 dan 2019 melonjak menjadi 10,75 persen.

Posisi ini membuat Bantaeng menjadi daerah urutan pertama di Sulsel mengenai tingkat laju pertumbuhan ekonomi dan untuk tingkat nasional berada di urutan keempat sejajar dengan Morowali, Kulon Progo dan Halmahera Selatan.

Menurut Arifin, sektor yang mendorong peningkatan ekonomi di Bantaeng salah satunya adalah sektor pengolahan yaitu PT Huady memproduksi 43 ribu ton nikel pada 2019.

Selain itu, peningkatan produksi ini juga menopang peningkatan penggunaan listrik di Bantaeng. Konsumsi listrik yang meningkat dengan ditopang suplai listrik yang baik juga ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Poin yang ketiga adalah penerimaan pegawai pada 2018 dan 2019. Di situ ada belanja barang dan pegawai yang menjadi pendukung peningkatan laju pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dia menambahkan, sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan di Bantaeng juga tidak terpengaruh dengan kondisi kekeringan. Sektor-sektor ini tetap kokoh meski kondisi cuaca yang tidak stabil di sejumlah daerah.

“Ini juga ditopang dengan kebijakan pemerintah (salah satunya Program Bantuan Modal Usaha Berbasis Dusun dan RW) yang tetap menjaga kestabilan sektor-sektor ini,” kata Arifin. (*)