oleh

Wanua Panrita Salurkan Bantuan Hingga Pelosok Majene

Editor : any Ramadhani-Edukasi, Humaniora, SulBar-

MAJENE, RAKYATSULSEL.CO – Beberapa daerah di Majene, Sulawesi Barat, masih terisolir sejak bencana gempa terjadi, Kamis (14/1). Tim assessment Wanua Panrita melakukan validasi data dari Pemdes ke 2 dusun yang terdampak parah, namun masih minim dalam mendapatkan bantuan. Hal ini dikarenakan aksesnya yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Hasil dari Assessment inilah yang kemudian ditindaklanjuti oleh relawan Wanua Panrita berupa penyaluran bantuan kemanusiaan berupa sembako dan kebutuhan bayi seperti popok, bubur bayi, minyak angin dan berbagai kebutuhan khusus diperuntukkan untuk anak usia 4 tahun kebawah yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang merawat anaknya di kamp pengungsian.

Sebelumnya, Sebanyak 200 paket kebutuhan umum dan bayi disalurkan oleh relawan Wanua Panrita di dua desa berbeda yang terdampak parah berdasarkan hasil assessment relawan. Dua Desa tersebut adalah Desa Kabiraan yang secara geografis terletak di pegunungan dan Desa Salutambung yang letaknya tidak jauh dari daerah pesisir Majene.

Seluruh bantuan ini disalurkan oleh relawan Wanua Panrita dengan cara yang berbeda, karena lokasi pengungsian yang berada jauh diatas gunung dan akses yang terhalang longsor, model penyaluran bantuan tidak dilakukan secara lansung di kamp pengungsian, akan tetapi warga yang namanya sudah terdaftar dalam data assessment relawan, dapat mengambil bagiannya melalui perwakilan setiap Dusun.

Kepala Desa Kabiraan, Yunus mengungkapkan, keluhannya atas longsor yang menghalangi jalan ke Desanya

“Sebenarnya banyak bantuan yang bisa langsung didapatkan oleh pengungsi di Desa Kabiraan ini, tapi terhalang oleh jalanan yang tertimbun longsor, bantuan hanya bisa diangkut menggunakan kendaraan bermotor kemudian disalurkan secara berangsur,” tutur pria paruh baya ini, saat berbincang dengan relawan Wanua Panrita, Kamis (28/1).

Sementara Koordinator lapangan Wanua Panrita, Erik menyampaikan, penyaluran bantuan yang dilaksanakan pada tanggal 23-26 Januari 2021 ini merupakan hasil dari berkolaborasi dengan lembaga Ide Berbagi, Business Online School dan Prodia Laboratorium Klinik serta Kalla Logistik yang turut mbantu dalam mobilisasi bantuan ke Majene.

“Dengan adanya bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan bayi ini diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan pengungsi, apalagi banyak pengungsi yang memiliki anak dibawah 4 tahun yang juga memerlukan perhatian khusus,” harap Erik.

Terpisah, Ketua Umum Wanua Panrita, Hasdinar Burhan menyebutkan, sejak bencana ini terjadi, Wanua Panrita terus menggalang donasi melalui media sosial. Hal ini, kata Dinar, sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap seluruh korban bencana gempa bumi.

“Kami berharap bantuan logistik ini dapat meringankan beban para korban gempa. Dan mudah-mudahan Sulbar bisa bangkit kembali. Amiin,” pungkasnya. (*)