oleh

IAS Siap Tantang Ulla di Musda, Begini Analisis Kademisi Unhas

Editor : any Ramadhani, Penulis : Suryadi-Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat mendatang dengan agenda pemilihan ketua partai periode 2021-2026.

Saat ini adapun dua nama mencuat mencalon sebagai ketua yakni mantan ketua DPD Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin alias IAS Vs Ketua DPD Demokrat saat ini Ni’matullah Erbe alias Ulla.

Saat dikonfirmasi, IAS secara tegas mengatakan akan maju di Musda meskipun akan berhadapan dengan Ulla atau kader internal lainya.

“Insya Allah saya maju sebagai calon ketua,” ujarnya, Rabu (27/1/2021).

Kabarnya IAS juga sudah mendapat restu dari DPP Demokrat. Selain itu dukungan sebagaian DPC di Sulsel selalu memberikan support ke dirinya.

Meski demikian, Mantan Wali Kota Makassar dua periode 2004-2014 itu mengakui masih butuh waktu untuk terus menjalin komunikasi politik dengan 24 DPC Demokrat.

“Fokus membangun komunikasi dengan DPC. Setiap saat komunikasi dengan sebagian,” bebernya.

Sementara, Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah juga maju di Musda. Saat ini persiapan sudah dilakukan untuk Musda.

Pakar politik yang juga Dosen Fisipol Unhas Makassar, Dr. Phil. Sukri, M.Si berpendapat, niat IAS untuk maju dalam Musda Partai Demokrat tentu memiliki alasan yang sangat kuat.

“Menurut saya, sebagai mantan ketua DPD dan sebagai seorang tokoh politik yang berpengalaman, hal tersebut merupakan alasan yang kuat untuk mendukung hal tersebut,” katanya.

Selain itu, kata dia, ketokohan dan pemahamannya yang sangat baik pada konteks perpolitikan di Sulsel akan menjkadi modalnya untuk bersaing.

Jika kemudian Ketua saat ini (Ulla), juga berniat maju maka ini tentu akan menjadi suatu kondisi yang menarik melihat teruatam dalam melihat adu pengaruh dan kemampuan untuk meyakinkan para pemilik suara dalam Musda Partai demokrat dari kedua tokoh ini.

Selain itu, jika keduanya maju ini akan memberikan alternatif-alternatif pilihan bagi partai demokrat terutama di Sulawesi selatan untuk menentukan nakhoda DPD Sulsel berikutnya.

“Nah sekarang akan bergantung pada para pemilik suara dalam musda nantinya, siapa yang akan lebih diinginkan tentu saja dengan menghitung potensi daya saing demokrast ke depan terutama untuk melihat banyaknya event-event politik strategis yang akan berlangsung ke depannya,” jelas Sukri.

Lanjut akademisi Unhas ini, hal ini tentu menjadi pertimbangan penting untuk memstikan agar partai Demokrat nantnya dapat bersaingan.

“Serta mengambil bagian secarta signifikan pada berbagai event strategis tersebut misalan pilgub 2023 serta pilpres dan pileg 2024,” pungkasnya. (*)