oleh

Tim Transisi Bergerak, Siapa Tersisih?

Editor : any Ramadhani, Penulis : Fahrullah-HL-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Gerak cepat ditunjukkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi. Tim transisi telah dibentuk. Tujuannya, mengevaluasi sejumlah kebijakan Pj Wali Kota Makassar.

Tugas lain tim transisi merumuskan langkah-langkah kongkrit yang sesuai dengan visi-misi dan program strategis Danny-Fatma. Termasuk penataan ulang sistem pemerintahan. Harapan birokrasi bersih yang didambakan ADAMA–akronim Danny-Fatma tentu akan memakan korban. Mutasi pejabat jelas ada.

Empat dari lima nama yang masuk dalam tim transisi telah dibeberkan. Seperti mantan Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf, Guru Besar Tata Negara Unhas Prof Aminuddin Ilmar, tokoh koalisi keumatan Ustaz Iqbal Djalil, dan ahli tata ruang Naidah Naing. Saat ini Danny Pomanto masih mencari figur tokoh berlatar belakang kepakaran di bidang pendidikan.

Menurut Danny, sebelum pelantikan tim transisi akan berdiskusi membedah visi-misi dan program strategis paslon Danny-Fatma, lalu merumuskan dan mentransformasikannya ke SKPD terkait.

“Misalnya revolusi pendidikan semua harus sekolah, leadernya Diknas, tim ini yang menentukan, kapasitasnya seperti apa, kepala dinas, kriteria bidangnya seperti apa, setelah pelantikan tim mengevaluasi semua SKPD, tuntutan dan proses lelangnya,” ujar Danny, usai pertemuan dengan tim transisi, Selasa (26/1/2021).

Setelah pelantikan, tim transisi akan berubah menjadi tim holding pentahelix, yang bertugas melakukan pendampingan semua program strategis. Setiap program nantinya, tim pentahelix akan bermitra dengan kampus-kampus di Makassar, sesuai bidang kepakaran masing-masing. Misalnya di bidang pendidikan, melibatkan pakar dari Universitas Negeri Makassar, atau di bidang kesehatan melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Saat menjabat kembali sebagai wali kota, Danny juga akan melakukan penyesuaian dengan para SKPD di jajaran Pemkot Makassar, dengan meminta pertimbangan tim transisi.

“Visi misi saya percepatan pemerintahan yang smart, sombere, dan bersih dari indikasi korupsi. Kalau ada yang merasa kotor dan mau lari, silakan daripada kena sapu. Semuanya berdasarkan obyektifitas, berlatar belakang kemampuan dan pengalaman,” pungkas Danny.

Salah satu tim transisi Aminuddin Ilmar mengatakan, ada tiga tugas yang diberikan oleh DP (Danny Pomanto), yakni terkait penanganan Covid-19, penataan ulang sistem pemerintahan, dan juga memperkuat pelaksanaan smart city.

“Bagaimana penanganan Covid-19 di Makassar bisa lebih baik lagi, dalam arti penataan orang tanpa gejala sudah bisa dilakukan, sehingga tracing dan trackiny tidak perlu lagi dilakukan. Tiga aspek itu menjadi fokus tim transisi,” ucap Amimuddin Ilmar.

Menurutnya, hadirnya tim transisi lebih kepada menganilisa 24 program DP-Fatma apakah bisa dijalankan atau tidak. Sekaligus melakukan asesmen terhadap program-program yang ada saat ini.
“Menilai apakah program sekarang bisa disinkronkan dengan program prioritas yang dicanangkan secara total oleh pak Danny,” tuturnya.

Tim transisi yang beranggotakan lima orang ini akan memberikan masukan dan pertimbangan kepada DP-Fatma terkait apa-apa yang harus dibenahi dan juga disetop usai Danny meninggalkan Pemkot kurang lebih 2 tahun.

“Yang bisa dilanjutkan dilajutkan, kalau ada program yang dinilai tidak efektif yah tidak dilanjut,” paparnya.

Masa kerja tim transisi kata Guru Besar Unhas ini hanya sampai sebelum pelantikan.

“Tugas kami hanya sampai pak Danny dilantik, transisi akan bubar sendirinya, fokusnya lebih kepada memberi rekomendasi objektif karena stigma sekarang selalu berkembang bahwa pilkada membawa implikasi kalau bukan balas jasa yah balas dendam,” tuturnya. (*)