oleh

Pemkot Parepare Siapkan Layanan Cetak Dokumen Kependudukan Bagi Pengungsi

Editor : Niar-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL- Komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam memberikan pelayanan maksimal kepada para pengungsi diwujudkan dalam berbagai hal. Bukan hanya pada pelayanan kesehatan, namun juga pada layanan administrasi kependudukan.

Menurut Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Parepare, Adi Hidayat, dokumen kependudukan merupakan dokumen yang sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan.

“Khusus bagi para korban gempa, prioritas utama mereka adalah menyelamatkan diri sehingga kemungkinan dokumen kependudukannya tidak sempat dibawa serta pada saat peristiwa terjadi. Oleh karenanya pemerintah hadir untuk memastikan beban mereka tidak bertambah karena dokumen kependudukannya tidak terselamatkan,” ujar Adi Hidayat, Rabu, (20/1/2021).

Tidak perlu bukti fisik dan datang ke kantor, pihak kelurahan akan mendatangi titik-titik pengungsian di wilayah mereka untuk mendata para pengungsi.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pendataan korban gempa yang dokumen kependudukannya tidak terselamatkan. Laporan dari kecamatan dan kelurahan menjadi dasar kami untuk melakukan pencetakan ulang,” urai Adi, sapaan karib dia.

Pendataan itu dari pihak kelurahan dan kecamatan juga bermaksud untuk memastikan kebutuhan pokok dan kesehatan para pengungsi dapat terlayani.

“Khusus untuk KTP elektronik sepanjang sudah melakukan perekaman, bisa kami cetak langsung. Sedangkan untuk dokumen lainnya, kami akan koordinasi dengan Dukcapil daerah asal, tetapi pencetakannya tetap kami lakukan di Parepare,” papar Adi.

Lanjut adi, dokumen yang telah tercetak akan diantarkan langsung ke tempat pengungsi.

“Dokumen yang sudah tercetak akan kami antar langsung dengan berkoordinasi bersama Lurah dan Camat setempat. Intinya pelayanan Dukcapil harus membahagiakan, khususnya bagi saudara-saudara kita korban gempa,” ulas Adi.

Wali Kota Parepare Taufan Pawe sebelumnya berpesan agar para jajarannya memastikan para pengungsi dapat terlayani dengan baik.

Pemeriksaan kesehatan secara kontinyu, pemberian bantuan dan dokumen kependudukan menjadi perhatian.

“Saya tidak ingin ada pengungsi yang tidak terlayani. Mari kita berikan pelayanan yang maksimal,” pesan Taufan Pawe. (*)